Investor Asing Melepas Sejumlah Saham Jelang Tutup Tahun dan Menekan Pergerakan Pasar
Investor global merealisasikan keuntungan dengan menjual saham yang melonjak tajam
Investor asing meningkatkan aksi jual pada perdagangan Kamis, 19 Desember 2025, dengan melepas sejumlah saham yang sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan. Aktivitas ini mencerminkan strategi realisasi keuntungan menjelang akhir tahun, ketika pelaku pasar cenderung menata ulang portofolio. Bursa mencatat beberapa saham berkapitalisasi besar dan menengah menjadi sasaran utama aksi jual tersebut.
Data perdagangan menunjukkan PT Amman Mineral Internasional Tbk. mencatatkan nilai net sell asing terbesar, mencapai Rp156,58 miliar. Aksi jual asing kemudian menyasar PT Timah Tbk. dengan nilai Rp81,13 miliar serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. sebesar Rp50,45 miliar. Pergerakan ini muncul setelah saham-saham tersebut mengalami reli harga yang tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan tajam mendorong asing melepas saham mineral dan properti
Dalam enam bulan terakhir, saham Timah melonjak hingga 196,86%, sementara saham Bukit Uluwatu Villa mencatatkan kenaikan ekstrem sebesar 1.964,71%. Lonjakan tersebut mendorong investor asing mengamankan keuntungan sebelum memasuki pergantian tahun. Selain tiga saham utama tersebut, tekanan jual asing juga menyentuh Darma Henwa, Telkom Indonesia, Alamtri Minerals Indonesia, Rukun Raharja, Solusi Sinergi Digital, Bank Rakyat Indonesia, serta Energi Mega Persada dengan nilai penjualan yang bervariasi.
Meski asing aktif melepas saham tertentu, arus dana secara keseluruhan tetap menunjukkan gambaran yang berimbang. Investor asing secara total membukukan net buy sebesar Rp1,02 triliun di seluruh pasar. Kontribusi pembelian terbesar berasal dari pasar negosiasi dan tunai senilai Rp596,42 miliar, sementara pasar reguler menyumbang Rp421,76 miliar. Kondisi ini menandakan aksi jual bersifat selektif, bukan penarikan dana besar-besaran.
Koreksi IHSG mengikuti tekanan jual dan pelemahan mayoritas sektor
Seiring meningkatnya tekanan jual, Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan dengan koreksi 59,15 poin atau turun 0,68% ke level 8.618,19. Penurunan ini terjadi ketika jumlah saham yang melemah lebih dominan dibandingkan saham yang menguat. Bursa mencatat 411 saham turun, 252 saham naik, dan 138 saham bergerak stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp23,77 triliun.
Mayoritas sektor mencatatkan pelemahan, dengan sektor utilitas, konsumer non-primer, dan barang baku mengalami koreksi terdalam. Di tengah tekanan tersebut, sektor keuangan tampil sebagai penopang utama yang menahan IHSG agar tidak jatuh lebih dalam, sekaligus menjaga stabilitas pasar menjelang penutupan tahun.
