IHSG Menguat dan Mendorong Sejumlah Saham Melonjak Hingga 30 Persen

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 22 Desember 2025. IHSG menutup sesi dengan kenaikan 36,2 poin atau 0,4 persen ke level 8.645,8, seiring meningkatnya minat beli investor di tengah sentimen global dan domestik yang positif.
Penguatan indeks terjadi bersamaan dengan lonjakan tajam sejumlah saham lapis kedua dan ketiga. Beberapa saham tercatat melesat dengan kenaikan harga di kisaran 24 persen hingga 30 persen, sehingga memberikan peluang cuan besar bagi pelaku pasar. Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai sepanjang sesi berlangsung.
Aktivitas Transaksi Meningkat dan Saham Bergerak Variatif
Bursa Efek Indonesia mencatat total nilai transaksi mencapai Rp 24 triliun pada perdagangan hari ini. Volume transaksi menembus 41,4 miliar saham dengan frekuensi mencapai 2,93 juta kali. Dari sisi pergerakan, sebanyak 260 saham menguat, sementara 462 saham melemah dan 236 saham bergerak stagnan.
Dinamika tersebut mencerminkan terjadinya rotasi sektor dan selektivitas investor dalam memilih saham. Meski indeks berada di zona hijau, tekanan jual masih muncul pada sejumlah saham tertentu, terutama di sektor yang sebelumnya mengalami reli.
Sektor Energi Memimpin Penguatan Pasar
Dari sisi sektoral, sektor energi tampil sebagai pendorong utama penguatan IHSG dengan kenaikan sebesar 2,5 persen. Kinerja positif sektor ini diikuti oleh sektor barang baku yang menguat 1,94 persen serta sektor barang konsumen primer yang naik 0,8 persen.
Selain itu, sektor kesehatan mencatatkan kenaikan 0,62 persen, sektor transportasi menguat 0,59 persen, dan sektor perindustrian bertambah 0,43 persen. Penguatan merata di sejumlah sektor ini memberikan dukungan solid bagi pergerakan indeks secara keseluruhan.
Tekanan Jual Menekan Saham Teknologi dan Properti
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi beberapa sektor. Sektor teknologi mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 2,89 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor properti yang turun 1,31 persen serta sektor infrastruktur yang melemah 0,95 persen.
Sektor barang konsumen non-primer terkoreksi 0,24 persen, sementara sektor keuangan melemah tipis sebesar 0,06 persen. Pelemahan ini menunjukkan investor mulai melakukan aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya.
Sentimen Global dan Arus Modal Asing Menguatkan Pasar
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan positif bursa saham Asia yang mengikuti reli Wall Street. Optimisme pasar muncul dari ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga pada tahun depan, seiring data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.
Dari dalam negeri, sentimen positif turut diperkuat oleh arus modal asing. Bank Indonesia mencatat capital inflow sebesar Rp 240 miliar ke pasar keuangan domestik sepanjang pekan ketiga Desember 2025. Kondisi ini mencerminkan terjaganya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional dan peran aktif Bank Indonesia dalam menjaga ketahanan eksternal.
