Skip to content
HargaSaham
Menu
  • Blog
  • Keuangan
  • Tentang Kami
  • Tips & Saran
  • Kebijakan Privasi
Menu

Net Buy Asing di Pasar Saham Rp30 Triliun dalam 6 Bulan Terakhir

Posted on 10/01/2026

Investor Asing Mengguyur Pasar Saham RI dengan Net Buy Rp30 Triliun dalam Enam Bulan

Warga melintasi kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Minggu (3/8/2025). JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

JAKARTA – Minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia kembali menguat menjelang akhir tahun 2025. Dalam periode enam bulan terakhir, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy sekitar Rp30 triliun, mencerminkan perbaikan sentimen global dan domestik terhadap aset berisiko di Tanah Air.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp2,67 triliun pada Jumat (19/12/2025). Capaian tersebut secara signifikan memangkas akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan menjadi Rp22,39 triliun. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan posisi net sell year to date pada 29 Juni 2025 yang sempat mencapai Rp53,21 triliun.

Investor Asing Kembali Masuk Setelah Tekanan Paruh Pertama Tahun

Kondisi ini menandai kembalinya arus dana asing ke pasar saham nasional setelah tekanan kuat pada paruh pertama 2025. Pada periode tersebut, investor global ramai melepas aset di negara berkembang, termasuk Indonesia, seiring kebijakan Amerika Serikat yang menaikkan tarif terhadap mitra dagang dan memicu ketidakpastian global.

Seiring berjalannya waktu, situasi mulai berbalik. Investor asing tercatat mengalirkan dana sekitar Rp30,82 triliun ke pasar saham Indonesia dalam enam bulan terakhir, dengan fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar yang likuid dan stabil.

Suku Bunga Rendah Mendorong Rotasi ke Saham Perbankan

Analis Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menilai penurunan suku bunga sebesar 125 basis poin sepanjang 2025 menjadi katalis positif bagi sektor perbankan. Meski Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur Desember 2025, pasar masih melihat peluang pelonggaran lanjutan ke depan.

Ekky menegaskan rotasi sektoral dari komoditas menuju finansial berpotensi menopang pergerakan IHSG. Suku bunga yang lebih rendah dinilai mampu menekan biaya dana perbankan, memperbaiki margin bunga bersih, serta mendorong pemulihan kinerja laba pada 2026, di tengah valuasi bank besar yang masih berada di zona diskon.

Analis Memperkirakan Reli IHSG Berlanjut dengan Selektivitas

Sementara itu, analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menilai saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga masih menawarkan prospek menarik. Ia melihat rotasi dari sektor komoditas ke finansial sebagai langkah rasional, mengingat momentum saham berbasis komoditas mulai melemah, sementara saham perbankan dan properti membuka peluang rebound berbasis siklus.

Kombinasi normalisasi suku bunga global, arus dana asing, dan potensi pemulihan laba emiten perbankan diperkirakan menjadi penopang utama IHSG pada awal 2026, meski pasar tetap bergerak lebih selektif.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025

Recent Posts

  • Luhut Usul Struktur Baru Pejabat BEI-OJK ke Prabowo, Bos Bursa Buka Suara
  • 5 Keuntungan Investasi ORI029 di BRImo, Dijamin Negara & Mudah Diakses
  • Luhut soal Pertemuan dengan MSCI: Dia Bilang Bukan Hanya RI yang Nakal
  • IHSG Loyo ke Level 8.200 Jelang Libur Panjang
  • Laba UNVR Melonjak Tajam, SMDR Siapkan Ekspansi di Tengah Tekanan IHSG

Recent Comments

    Situs Terkait

    • Situs Berita - Beritakecelakaan : beritakecelakaan.id
    • Situs Berita - Hargasaham : hargasaham.id
    • Situs Berita - Beritapenipuan : beritapenipuan.id
    • Situs Berita - Hargasemen : hargasemen.com
    • Situs Berita - Esports : unequalledmedia.com
    • Situs Berita - Belikaca : belikaca.id
    • Situs Berita - Indonesiafashion : indonesiafashion.com
    ©2026 HargaSaham | Design: Newspaperly WordPress Theme