Investor Ritel Pasar Modal Tembus 21,3 Juta dan Kuasai Transaksi Harian Rp 16 Triliun

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia mencatat jumlah investor ritel pasar modal telah mencapai 21,3 juta hingga Februari 2026. Sepanjang awal tahun ini saja, BEI menambah sekitar 1,3 juta investor baru, setelah pada 2025 lalu jumlah investor bertambah 5,4 juta.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa lonjakan jumlah investor turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi di bursa. Ia mengungkapkan rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2025 berada di level Rp 18,1 triliun per hari. Namun memasuki 2026, angka tersebut melonjak menjadi sekitar Rp 32 triliun per hari.
Jeffrey menjelaskan investor ritel menyumbang 52 persen dari total transaksi harian tersebut. Dengan demikian, investor ritel domestik kini membukukan nilai transaksi sekitar Rp 16 triliun per hari di pasar saham Indonesia.
Ia menyampaikan data tersebut dalam acara Economic Outlook 2026 di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026. Dalam forum itu, ia menegaskan dominasi investor domestik semakin kuat dalam struktur pasar modal nasional.
Investor Domestik Dominasi Pasar dan Dongkrak Aset Lebih dari Rp 100 Triliun
Selain kontribusi ritel yang menembus lebih dari separuh transaksi harian, investor asing tercatat menyumbang sekitar 30 persen. Sementara sisanya berasal dari institusi domestik. Komposisi ini menunjukkan pasar saham Indonesia kini lebih banyak digerakkan oleh pelaku dalam negeri.
Jeffrey juga menyoroti pertumbuhan signifikan dari sisi nilai aset investor ritel. Ia menyebut total aset investor ritel meningkat lebih dari Rp 100 triliun. Kenaikan tersebut memperkuat daya beli pasar dari sisi permintaan sekaligus menambah kedalaman pasar keuangan domestik.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor dan peningkatan aset tersebut mencerminkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap investasi saham. Dengan basis investor yang terus melebar dan kontribusi transaksi yang semakin dominan, BEI optimistis pasar modal Indonesia akan semakin solid dan berdaya tahan menghadapi dinamika global.
