Luhut Usulkan Struktur Baru Pejabat OJK dan BEI, Bos Bursa Tanggapi Positif
JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan pembaruan struktur calon pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Luhut menekankan bahwa pejabat baru sebaiknya anak muda yang berpengalaman, memiliki kredibilitas tinggi, dan tidak mudah diintervensi.
Jeffrey Hendrik Siap Terima Perubahan di BEI
Menanggapi usulan tersebut, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan keterbukaannya terhadap segala perubahan. Ia menegaskan kesiapannya sebagai profesional untuk menyesuaikan diri dengan pembaruan struktur. Jeffrey juga menyampaikan apresiasi atas dukungan DEN dan pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International yang dinilai mendorong reformasi pasar modal.
Luhut Dorong Kepemimpinan Muda di OJK dan BEI
Luhut menjelaskan bahwa rencananya akan melaporkan usulan struktur pejabat baru ke Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya memilih anak muda dengan pengalaman dan kredibilitas untuk menduduki posisi strategis di OJK dan pasar modal, sehingga lembaga dapat beroperasi transparan dan bebas dari intervensi pihak tertentu.
Kajian Mendalam Menjadi Dasar Usulan Struktur Baru
Menurut Luhut, DEN telah melakukan berbagai kajian dan konsultasi untuk merancang struktur pejabat yang optimal. Ia menilai struktur baru yang diusulkan sejalan dengan prinsip nasionalisme dan transparansi yang diinginkan Presiden Prabowo. Luhut menekankan bahwa usulan ini dirancang demi kepentingan publik dan stabilitas pasar modal.
Digitalisasi dan Reformasi Pasar Modal Jadi Fokus Pembahasan dengan MSCI
Selain menyusun struktur pejabat, Luhut juga menyoroti pertemuannya selama dua jam dengan MSCI. Dalam pertemuan itu, ia membahas reformasi pasar modal, termasuk dorongan digitalisasi melalui Government Technology (GovTech) Indonesia untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan penyaluran bantuan sosial. Luhut memastikan bahwa Indonesia menghadapi kondisi pasar modal yang sehat dan tidak ada masalah signifikan yang perlu dikhawatirkan investor.
