Abadi Kreasi Nusantara Tingkatkan Kepemilikan Saham INET Hingga Rp 110,28 Miliar
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2935920/original/023277800_1570705755-20191010-IHSG-6.jpg)
JAKARTA – PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara kembali menegaskan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk dengan melakukan pembelian saham tambahan. Untuk ketiga kalinya pada Februari 2026, pemegang saham pengendali melanjutkan akumulasi saham di pasar sebagai bagian dari strategi investasi berkelanjutan.
Abadi Kreasi Nusantara Realisasikan Pembelian 45,5 Juta Saham INET
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan per 10 Februari 2026, Abadi Kreasi Nusantara membeli 45.500.000 saham pada 9 Februari 2026 dengan harga Rp 330 per saham, senilai Rp 15,01 miliar. Aksi ini melanjutkan transaksi serupa pada 3 dan 4 Februari 2026. Akumulasi tiga transaksi tersebut membuat total dana yang digelontorkan mencapai Rp 110,28 miliar. Kepemilikan saham meningkat dari 12.770.838.266 lembar (57,08 persen) menjadi 12.816.338.266 lembar (57,28 persen).
Rights Issue INET Tunjukkan Antusiasme Investor
Sebelumnya, INET melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) senilai Rp 3,2 triliun. Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan sebanyak 99,3 persen pemegang HMETD menggunakan haknya, sedangkan sisa 0,7 persen direspons melalui pemesanan tambahan. Kegiatan ini oversubscribed dan menegaskan keyakinan investor terhadap strategi jangka panjang INET dalam memperluas pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.
INET Lepas 12,8 Miliar Saham Baru untuk Ekspansi Jaringan
Dalam rights issue tersebut, INET melepas 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Dana yang diperoleh sebagian besar akan dialokasikan ke anak usaha baru, PT Garuda Prima Internetindo, untuk membangun jaringan Fiber to the Home (FTTH) berbasis WiFi 7 bagi 2 juta pelanggan di Bali dan Lombok serta memperkuat modal kerja. Sebanyak Rp 215,38 miliar akan disalurkan ke PT Pusat Fiber Indonesia untuk melunasi kewajiban IRU atas jaringan kabel bawah laut, sementara sisa dana digunakan sebagai tambahan modal kerja perseroan.
Strategi Internal Perkuat Kontrol dan Stabilitas Perusahaan
Manajemen INET menegaskan bahwa rangkaian pembelian saham di harga pasar ini memperkuat struktur kepemilikan dan menjaga kendali di tengah perkembangan industri infrastruktur teknologi informasi. Langkah ini juga memberi sinyal positif kepada pelaku pasar bahwa pihak internal menilai prospek nilai jangka panjang perusahaan tetap solid.
