IHSG Melemah 12 Februari 2026, Investor Asing Lepas Saham Rp 1,4 Triliun
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. Pelemahan terjadi di tengah mayoritas sektor saham menurun dan nilai tukar rupiah menyentuh Rp 16.813 per dolar AS. IHSG ditutup turun 0,31% ke level 8.265,35, sementara indeks LQ45 melemah 0,30% ke 839,40.
Investor Asing Lepas Saham dan Frekuensi Perdagangan Tinggi
Investor asing melepas saham senilai Rp 1,48 triliun, sehingga sepanjang 2026 total aksi jual mencapai Rp 14,46 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 3.024.785 kali dengan volume 43,3 miliar saham dan nilai transaksi Rp 23,8 triliun. Mayoritas saham melemah, terutama sektor kesehatan yang turun 1,29%, sementara sektor barang baku justru mencatat kenaikan tertinggi.
Pelaku Pasar Pantau Data Ekonomi dan Respons Pemerintah
Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan koreksi IHSG dipicu aksi ambil untung menjelang long weekend. Investor juga memperhatikan sarasehan ekonomi yang digagas Presiden Prabowo Subianto pada 13 Februari 2026 untuk menjelaskan kondisi ekonomi nasional dan respons terhadap penurunan outlook kredit Indonesia oleh Moody’s. Selain itu, data inflasi AS Januari 2026 yang melambat menjadi 2,5% yoy menjadi perhatian pelaku pasar global.
Saham Top Gainers dan Losers di Perdagangan Kamis
Saham LAPD naik 34,55% dan ZATA melonjak 32,98%, sedangkan SOTS merosot 14,93% dan HILL turun 14,68%. Saham BUMI menjadi yang paling aktif dengan frekuensi 149.883 kali dan nilai transaksi Rp 2 triliun. Saham RLCO, BRIS, dan ACES menunjukkan pergerakan harga signifikan di level tertinggi dan terendah masing-masing, mencerminkan volatilitas pasar.
