Indeks Bisnis-27 Melemah 2,02 Persen Tertekan Saham INCO dan BRPT

Tekanan Saham Komoditas dan Energi Menarik Indeks Bisnis-27 ke Zona Merah
JAKARTA — Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan di zona merah pada Jumat (13/3/2026) setelah sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi. Pelemahan indeks terutama dipicu penurunan harga saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dan Harian Bisnis Indonesia itu turun 2,02 persen ke level 486,06. Pergerakan konstituen indeks menunjukkan tekanan yang cukup dominan, dengan 23 saham mengalami penurunan, tiga saham mencatat kenaikan, dan satu saham bergerak stagnan.
Di tengah tekanan pasar, beberapa emiten masih mampu mencatatkan penguatan. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) memimpin penguatan setelah naik 3,19 persen ke level Rp1.940. Selain itu, saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) meningkat 0,78 persen ke Rp1.300, sementara PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menguat 0,69 persen ke posisi Rp1.460.
Sebaliknya, pelemahan tajam menimpa sejumlah saham utama. Saham INCO turun 6,22 persen ke level Rp5.650 dan menjadi penekan terbesar indeks. Tekanan juga datang dari BRPT yang terkoreksi 4,53 persen ke Rp1.370.
Selain dua saham tersebut, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melemah 4,39 persen ke Rp1.090, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 4,23 persen ke Rp4.750.
Pelemahan Saham Perbankan dan Konsumer Menambah Tekanan Indeks
Tekanan pasar tidak hanya terjadi pada saham komoditas dan energi, tetapi juga menjalar ke berbagai sektor lain. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turun 3,63 persen ke Rp1.195 dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melemah 3,54 persen ke Rp955.
Sementara itu, saham sektor konsumsi juga mencatat koreksi. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) turun 3,50 persen ke Rp1.790 dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) terkoreksi dengan persentase yang sama ke Rp965.
Tekanan serupa turut terjadi pada beberapa emiten besar lainnya. Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melemah 3,24 persen ke Rp1.345, sedangkan PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun 3,00 persen ke Rp29.075. Selain itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) terkoreksi 2,48 persen ke Rp5.900 dan PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 2,10 persen ke Rp5.825.
Pergerakan negatif juga terlihat pada sektor perbankan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,68 persen ke Rp3.510, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 0,93 persen ke Rp4.240, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terkoreksi tipis 0,36 persen ke Rp6.875.
Analis Memproyeksikan IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi
Seiring pelemahan tersebut, analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan Kamis (12/3/2026) dengan penurunan 0,37 persen ke level 7.362.
Tim analis MNC Sekuritas menilai tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks. Mereka memperkirakan posisi IHSG saat ini berada dalam fase wave [y] dari wave 4 atau wave (2) dalam struktur teknikal yang sedang berlangsung.
Dalam kondisi tersebut, analis memandang area 7.265 hingga 7.298 sebagai zona koreksi terdekat yang perlu diperhatikan investor. Jika tekanan berlanjut, level tersebut berpotensi menjadi target penurunan berikutnya.
Meski demikian, peluang penguatan masih terbuka apabila IHSG mampu bertahan dari tekanan jual. Tim analis memperkirakan area penguatan terdekat berada pada kisaran 7.573 hingga 7.701.
Selain itu, mereka menempatkan level support IHSG di 7.226 dan 7.071. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada rentang 7.577 hingga 7.712.
