IHSG Menguat Sepekan dan Dorong Nilai Transaksi Harian Bursa Menembus Rp23,06 Triliun

Pergerakan pasar modal Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang perdagangan 4 hingga 8 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menutup pekan di zona hijau setelah menguat tipis di tengah aktivitas transaksi yang meningkat.
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup naik 0,19 persen ke level 6.969,39 pada akhir pekan. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.956,80.
BEI Mencatat Kenaikan Kapitalisasi Pasar Selama Sepekan
Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar bursa juga menunjukkan tren positif. Total kapitalisasi pasar meningkat 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari posisi sebelumnya Rp12.382 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa penguatan pasar terjadi bersamaan dengan meningkatnya minat transaksi investor di berbagai sektor saham.
Aktivitas perdagangan yang semakin ramai ikut mendorong pertumbuhan indikator pasar lainnya sepanjang pekan.
Volume Perdagangan Bursa Melonjak dan Aktivitas Investor Menguat
Rata-rata volume transaksi harian di lantai bursa melonjak signifikan. Selama sepekan, volume perdagangan meningkat 23,57 persen menjadi 45,86 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 37,11 miliar saham.
Selain volume, frekuensi dan nilai transaksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun dari sebelumnya Rp18,27 triliun.
Kenaikan aktivitas ini memperlihatkan likuiditas pasar tetap terjaga di tengah berbagai sentimen eksternal dan domestik.
Investor Asing Membukukan Net Buy pada Penutupan Pekan
Pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih di pasar saham domestik. Nilai net buy asing mencapai Rp11,42 triliun pada akhir pekan perdagangan.
Meski demikian, secara akumulasi tahun berjalan, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp37,61 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus modal asing masih bergerak dinamis, meskipun pasar saham domestik mampu mempertahankan penguatan mingguan.
