Konflik Iran–AS Mengguncang Pasar Saham dan Mendorong Pentingnya Literasi Investasi

Ajaib Sekuritas Mengingatkan Investor Memahami Risiko di Tengah Gejolak Global
JAKARTA — Ajaib Sekuritas menilai penguatan literasi dan edukasi investasi menjadi faktor penting bagi investor dalam menghadapi tekanan pasar saham akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan geopolitik tersebut dinilai memicu volatilitas pasar yang memengaruhi pergerakan berbagai sektor saham.
Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana menyatakan bahwa setiap konflik global hampir selalu memicu dampak berantai terhadap perekonomian, baik pada tingkat makro maupun mikro. Kondisi tersebut pada akhirnya turut memengaruhi kinerja berbagai sektor di pasar saham.
Menurutnya, sebagian saham dapat memperoleh sentimen positif dari kondisi geopolitik tertentu, sementara sektor lainnya justru mengalami tekanan. Oleh karena itu, investor perlu memahami faktor fundamental yang memengaruhi pergerakan harga saham.
Ia menekankan bahwa investor tidak seharusnya hanya melihat pergerakan harga secara singkat tanpa memahami alasan di balik perubahan tersebut. Pemahaman terhadap kondisi fundamental perusahaan dan sektor menjadi dasar penting dalam mengambil keputusan investasi.
Di tengah ketidakpastian global, Juliana menilai pasar saham cenderung lebih sensitif terhadap berbagai sentimen eksternal. Meski demikian, ia menilai perekonomian Indonesia memiliki daya tahan yang cukup baik sehingga dapat membantu menjaga stabilitas pasar domestik.
Perusahaan Sekuritas Mendorong Edukasi Investor Agar Tidak Bereaksi Emosional
Dalam situasi pasar yang berfluktuasi, perusahaan sekuritas juga memegang peran penting dalam memberikan edukasi kepada investor. Ajaib Sekuritas, menurut Juliana, terus mengingatkan nasabah agar tidak mengambil keputusan investasi secara emosional.
Ia menegaskan bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko yang perlu dipahami oleh investor. Keputusan yang terburu-buru hanya karena tren kenaikan harga dapat menimbulkan potensi kerugian di kemudian hari.
Juliana juga mengingatkan bahwa investor sebaiknya tidak langsung menempatkan seluruh dana investasi pada satu momentum tanpa mempertimbangkan risiko yang ada. Pendekatan yang lebih terukur dinilai dapat membantu investor menjaga stabilitas portofolio.
Selain itu, ia menilai pengalaman kerugian yang terjadi akibat keputusan emosional dapat membuat investor enggan kembali ke pasar modal. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan partisipasi investor dalam jangka panjang.
Pertumbuhan Investor dan Transaksi Pasar Saham Terus Meningkat
Di tengah dinamika global, aktivitas perdagangan di pasar saham Indonesia justru menunjukkan tren pertumbuhan. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia bahkan sempat mendekati Rp30 triliun, mencerminkan meningkatnya partisipasi investor.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Ajaib Sekuritas juga mencatat pertumbuhan jumlah investor yang masih berada pada level dua digit. Menariknya, mayoritas investor perusahaan tersebut berasal dari luar wilayah Jabodetabek.
Juliana menyebut sekitar 80 persen investor Ajaib berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi saham mulai menyebar lebih luas di luar pusat ekonomi utama.
Karena itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengguna platform, tetapi juga memperluas edukasi literasi keuangan di daerah dengan tingkat inklusi yang masih rendah.
Menurut Juliana, rendahnya literasi keuangan di sejumlah daerah sebelumnya membuat sebagian masyarakat rentan menjadi korban investasi bodong. Dengan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah terhadap layanan investasi yang lebih transparan dan aman.
Di sisi lain, Ajaib juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keamanan digital. Perusahaan menilai perlindungan data dan mitigasi ancaman siber menjadi isu yang semakin penting seiring meningkatnya aktivitas transaksi di platform investasi digital.
