Indeks Bisnis-27 Menguat ke Level 495,03 Saat Pembukaan Perdagangan, Saham MEDC, ADRO, dan BBNI Dorong Kenaikan

JAKARTA — Indeks Bisnis-27 memulai perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, dengan mencatatkan penguatan hingga mencapai level 495,03. Kenaikan indeks ini muncul setelah sejumlah saham unggulan yang menjadi konstituennya bergerak naik pada awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kolaborasi BEI dan harian Bisnis Indonesia tersebut langsung bergerak di zona hijau sejak pembukaan. Sepanjang awal perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 494,40 hingga 495,97.
Pergerakan saham di dalam indeks menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Dari total 27 saham konstituen, sebanyak 11 saham mencatat penguatan, tujuh saham bergerak stagnan, sementara sembilan saham lainnya mengalami penurunan pada awal perdagangan.
Saham MEDC, ADRO, dan BBNI Memimpin Penguatan Indeks
Sejumlah saham menjadi pendorong utama kenaikan Indeks Bisnis-27 pada awal sesi perdagangan. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) memimpin penguatan setelah naik sekitar 3 persen atau bertambah 50 poin hingga mencapai level Rp1.715 per saham.
Selain itu, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) juga menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 1,28 persen sehingga diperdagangkan pada level Rp2.380 per saham.
Penguatan indeks juga didukung oleh kinerja saham sektor perbankan. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tercatat naik 1,17 persen hingga mencapai Rp4.340 per saham. Sementara itu, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menguat 1,11 persen ke posisi Rp1.365 per saham.
Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turut berkontribusi terhadap pergerakan positif indeks setelah naik 1,10 persen menjadi Rp6.900 per saham pada awal perdagangan.
Beberapa Saham Konstituen Mengalami Tekanan Penurunan
Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham konstituen lainnya justru mengalami tekanan pada awal perdagangan. Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menjadi salah satu yang mencatat pelemahan terbesar setelah turun 3,89 persen hingga berada di level Rp6.175 per saham.
Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga bergerak melemah dengan penurunan 2,52 persen sehingga diperdagangkan pada level Rp3.870 per saham.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang turun 2,19 persen hingga mencapai level Rp2.230 per saham pada awal sesi perdagangan.
IHSG Ikut Menguat dan Bergerak di Kisaran 7.385 hingga 7.401
Sejalan dengan pergerakan Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga memulai perdagangan pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan mencatatkan penguatan. Pada awal sesi, IHSG berada di level 7.392,20.
Setelah pembukaan perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 7.385 hingga 7.401. Aktivitas perdagangan menunjukkan pergerakan yang relatif seimbang di antara saham-saham yang diperdagangkan.
Tercatat sebanyak 192 saham mengalami kenaikan harga, sedangkan 190 saham bergerak melemah. Sementara itu, sebanyak 223 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Di tengah dinamika tersebut, kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada pada posisi Rp13.234 triliun. Pergerakan ini menunjukkan aktivitas pasar yang masih cukup aktif pada awal perdagangan hari itu.
