IHSG Ditutup Turun ke Level 7.022 Dipicu Tekanan Saham Big Caps

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin, 16 Maret 2026, di zona merah setelah mengalami tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks tercatat melemah 1,61% atau turun 114,92 poin ke posisi 7.022,28.
Sepanjang sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 7.115,45 dan sempat menyentuh titik tertinggi di 7.120,18 sebelum akhirnya terkoreksi hingga penutupan. Pergerakan ini mencerminkan tekanan jual yang cukup dominan di pasar.
Saham Big Caps Menekan IHSG Sepanjang Perdagangan
Penurunan indeks tidak lepas dari pelemahan sejumlah saham unggulan. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin tekanan dengan penurunan 8,89% ke level Rp4.510. Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 8,03% ke Rp61.550.
Tekanan juga datang dari saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang melemah 5,50%, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 5,16%, serta PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang terkoreksi 2,51%.
Di sisi lain, beberapa saham besar masih mencatatkan penguatan terbatas. PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) naik 1,89% ke Rp4.320, sedangkan PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 0,43% ke Rp5.850.
Pasar Didominasi Saham Melemah dan Kapitalisasi Menyusut
Data perdagangan menunjukkan dominasi saham yang terkoreksi. Sebanyak 542 saham turun, hanya 180 saham menguat, dan 98 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menegaskan tekanan yang meluas di hampir seluruh sektor.
Seiring dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar juga tercatat berada di level Rp12.439 triliun. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya nilai keseluruhan pasar saham Indonesia dalam satu hari perdagangan.
Saham PSDN dan TRIN Memimpin Penguatan di Tengah Tekanan
Meski pasar melemah, beberapa saham berhasil mencatatkan lonjakan signifikan. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) menjadi top gainer setelah melonjak 34,53% ke Rp187. Selain itu, PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) naik 24,39% ke Rp765.
Sebaliknya, tekanan terbesar terjadi pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang anjlok 14,56% ke Rp675, serta PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) yang turun 14,43% ke Rp83.
Analis Memproyeksikan IHSG Bergerak Terbatas di Kisaran 7.000
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyebut IHSG sempat melemah 1,37% ke level 7.039,40 pada sesi pertama perdagangan. Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan histogram negatif, sementara Stochastic RSI berada di area oversold.
Kondisi tersebut menunjukkan peluang pergerakan yang masih terbatas. Valdy memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.075 pada sesi perdagangan berikutnya.
Dengan kondisi teknikal yang masih lemah dan tekanan dari saham big caps, pergerakan indeks diperkirakan tetap fluktuatif dalam jangka pendek.
