BEI Buka Kembali Perdagangan Saham pada 25 Maret 2026 Usai Libur Lebaran

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali mengaktifkan perdagangan saham pada Rabu, 25 Maret 2026, setelah rangkaian libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Aktivitas bursa sempat terhenti selama beberapa hari akibat cuti bersama dan hari besar keagamaan.
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis BEI pada Jumat, 20 Maret 2026, perdagangan saham terakhir berlangsung sebelum libur panjang tersebut. Setelah itu, pasar berhenti sementara mengikuti kalender libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah.
BEI Hentikan Sementara Perdagangan karena Libur Nyepi dan Idulfitri
BEI menutup perdagangan lebih awal karena bertepatan dengan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Rabu, 18 Maret 2026, dan Kamis, 19 Maret 2026. Selanjutnya, bursa tetap tidak beroperasi pada Jumat, 20 Maret 2026 karena cuti bersama Idulfitri.
Memasuki pekan berikutnya, aktivitas pasar modal juga belum kembali berjalan. BEI kembali meniadakan perdagangan pada Senin, 23 Maret 2026, dan Selasa, 24 Maret 2026 yang masih termasuk dalam periode cuti bersama Lebaran.
Dengan rangkaian libur tersebut, pasar modal Indonesia baru akan kembali aktif pada pertengahan pekan berikutnya, tepatnya Rabu, 25 Maret 2026.
IHSG Menguat Sebelum Libur Panjang Didorong Keputusan Suku Bunga BI
Sebelum memasuki masa libur, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif. Pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, IHSG naik 1,20 persen atau 84,55 poin ke level 7.106,83.
Penguatan ini terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Kebijakan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar karena menunjukkan stabilitas kebijakan moneter.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak dari level pembukaan di 7.074,61 hingga sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.148,25. Pergerakan ini mencerminkan optimisme investor menjelang periode libur panjang.
Saham Big Caps Dorong Kenaikan IHSG dan Perkuat Kapitalisasi Pasar
Kenaikan IHSG turut ditopang oleh pergerakan saham berkapitalisasi besar. Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mencatatkan penguatan tertinggi dengan kenaikan 7,82 persen ke level Rp2.000 per saham.
Selain itu, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 5,80 persen menjadi Rp208.975 per saham. Performa kedua saham ini berkontribusi pada penguatan indeks secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, sebanyak 457 saham mengalami kenaikan, sementara 214 saham melemah dan 148 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI pun tercatat mencapai Rp12.573 triliun, mencerminkan nilai pasar yang tetap kuat meski memasuki periode libur panjang.
