IHSG Berpotensi Melemah Lanjutan tetapi Sejumlah Saham Masih Menjanjikan Cuan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang masih membayangi pasar. Meskipun demikian, sejumlah saham tetap dinilai memiliki peluang memberikan keuntungan jangka pendek.
Pergerakan IHSG diperkirakan akan cenderung fluktuatif dengan bias melemah, seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang libur panjang Lebaran.
Analis Memproyeksikan Pergerakan IHSG dalam Rentang Terbatas
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak dalam kisaran support 6.920 hingga 6.820 dan resistance 7.125 hingga 7.225. Proyeksi ini mencerminkan kondisi pasar yang masih belum stabil meskipun terdapat beberapa sentimen positif.
Di satu sisi, penguatan indeks di bursa Wall Street serta kenaikan harga sejumlah komoditas seperti CPO, nikel, timah, dan tembaga memberikan dorongan positif. Selain itu, mulai munculnya aksi beli investor asing turut membantu menjaga sentimen pasar.
Tekanan Rupiah dan Sentimen Libur Panjang Membebani IHSG
Namun demikian, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih menjadi faktor penghambat utama. Pelemahan mata uang domestik meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi dalam jangka pendek.
Selain itu, mendekatnya libur panjang membuat pelaku pasar cenderung mengurangi aktivitas transaksi. Sikap wait and see ini menyebabkan likuiditas pasar menurun dan meningkatkan potensi koreksi lanjutan pada IHSG.
Penurunan Harga Minyak Memberi Sentimen Positif Global
Sementara itu, pasar global mendapat sentimen positif dari penurunan harga minyak mentah. Minyak jenis WTI tercatat turun 5,28% ke level US$93,5 per barel, sedangkan Brent melemah 2,84% ke posisi US$100,2 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat memberikan kelonggaran terhadap kapal pengangkut minyak Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi global di tengah konflik yang masih berlangsung.
Namun, ketidakpastian tetap muncul setelah pernyataan Donald Trump yang mengindikasikan bahwa pembentukan koalisi pengamanan jalur distribusi minyak belum akan terealisasi dalam waktu dekat.
Analis Merekomendasikan Enam Saham untuk Strategi Trading
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, CGS International Sekuritas Indonesia tetap merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek. Saham-saham tersebut meliputi AKRA, MEDC, PSAB, ARCI, EMAS, dan SCMA.
Rekomendasi ini menunjukkan bahwa peluang tetap tersedia bagi investor yang mampu memilih saham secara selektif. Dengan strategi yang tepat, pelaku pasar masih dapat memanfaatkan volatilitas untuk meraih keuntungan meskipun IHSG berada dalam tekanan.
