ABM Investama Siapkan RUPST dan Buka Peluang Pembagian Dividen

PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2026. Perseroan akan menyampaikan detail lokasi, waktu, serta agenda rapat melalui pemanggilan resmi yang dijadwalkan pada 7 April 2026.
Manajemen menetapkan bahwa pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 6 April 2026. Selain itu, investor yang memiliki saham dalam sub rekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada penutupan perdagangan tanggal tersebut juga berhak mengikuti RUPST.
Perusahaan Menyiapkan Agenda Penggunaan Laba Bersih untuk Dividen
Dalam setiap RUPST, ABM Investama biasanya membahas dan menetapkan penggunaan laba bersih, termasuk peluang pembagian dividen kepada pemegang saham. Pada tahun buku 2024, perseroan telah merealisasikan pembagian dividen sebesar Rp 451,23 miliar atau setara Rp 153 per saham.
Jumlah tersebut mencerminkan 18% dari laba bersih yang mencapai US$ 139,36 juta. Dengan rekam jejak tersebut, pasar menilai peluang pembagian dividen untuk tahun buku berikutnya tetap terbuka, meskipun besaran akhirnya akan ditentukan dalam rapat.
Perseroan Mencatat Laba dan Kinerja Keuangan Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, ABM Investama membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 70,61 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri energi.
Selain itu, laba per saham hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar US$ 0,02565 atau setara sekitar Rp 430 per saham. Angka ini memberikan gambaran terhadap potensi imbal hasil yang dapat dipertimbangkan investor.
Saham ABMM Menawarkan Valuasi Murah dengan PBV di Bawah Satu
Pada perdagangan 17 Maret 2026, saham ABMM ditutup menguat 1,42% ke level Rp 2.860. Di tengah pergerakan tersebut, valuasi saham perseroan tergolong rendah dibandingkan nilai bukunya.
Rasio price to book value (PBV) tercatat hanya 0,54 kali, yang menunjukkan bahwa harga saham masih berada di bawah nilai buku sekitar Rp 5.300 per saham. Selain itu, price earning ratio (PER) berada di level 6,77 kali dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 7,8 triliun.
Kondisi ini menempatkan saham ABMM dalam kategori undervalued menurut sejumlah pelaku pasar, sehingga menarik perhatian investor yang mencari saham berharga diskon.
Lo Kheng Hong Menambah Kepemilikan Saham ABMM
Investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat meningkatkan kepemilikannya di ABM Investama. Hingga 28 Februari 2026, ia menguasai 5,624% saham perseroan, naik dari posisi sebelumnya sebesar 5,611%.
Peningkatan porsi kepemilikan tersebut memperkuat sinyal kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Langkah ini juga turut menjadi perhatian pasar dalam membaca potensi pergerakan saham ABMM ke depan.
