Direktur BRMS Tambah Kepemilikan Saham dengan Membeli 1,35 Juta Lembar
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2216035/original/023260300_1526473912-20180516-IHSG-1.jpg)
Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Charles Daniel Gobel, menambah kepemilikan saham perseroan melalui aksi pembelian di pasar. Transaksi ini berlangsung pada pertengahan Maret 2026 dan mencerminkan langkah investasi langsung dari manajemen.
Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis Rabu, 18 Maret 2026, Charles membeli total sekitar 1,35 juta saham BRMS dalam dua transaksi terpisah. Aksi ini menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perusahaan ke depan.
Charles Daniel Gobel Merealisasikan Pembelian Saham dalam Dua Tahap
Charles melakukan pembelian pertama sebanyak 650.000 saham pada 13 Maret 2026 dengan harga Rp 811 per saham. Selanjutnya, ia kembali membeli 700.000 saham pada 16 Maret 2026 dengan harga Rp 725 per saham.
Dari dua transaksi tersebut, total nilai pembelian mencapai sekitar Rp 1,03 miliar. Setelah transaksi rampung, kepemilikan saham Charles meningkat menjadi 1.350.000 saham dari sebelumnya 650.000 saham.
Ia menyatakan bahwa tujuan transaksi ini adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.
Pergerakan Saham BRMS Menguat Meski Sempat Dibuka Melemah
Pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, harga saham BRMS ditutup menguat 0,74% ke level Rp 680 per saham. Meski demikian, saham ini sempat dibuka melemah di posisi Rp 660 per saham.
Selama sesi perdagangan, harga saham BRMS bergerak di rentang Rp 655 hingga Rp 750 per saham. Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan frekuensi 56.138 kali, volume mencapai 20,78 juta saham, dan nilai transaksi harian sekitar Rp 1,5 triliun.
BRMS Mencatat Lonjakan Pendapatan dan Laba Bersih Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, BRMS membukukan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan signifikan pada pendapatan dan laba bersih. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar USD 249,35 juta, meningkat 54% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 162,34 juta.
Sejalan dengan itu, laba bersih melonjak 99% menjadi USD 50,08 juta dari USD 25,12 juta pada 2024. Laba usaha juga meningkat tajam sebesar 118% menjadi USD 93,18 juta.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan produksi emas sebesar 11% serta kenaikan harga jual emas sebesar 38% secara tahunan. Penjualan emas tercatat naik menjadi 2.236 kg, sementara penjualan perak meningkat 45% menjadi 6.202 kg.
BRMS Menyiapkan Strategi Produksi untuk Menjaga Pertumbuhan ke Depan
Manajemen BRMS mengantisipasi penurunan kadar emas pada kuartal IV 2025 hingga kuartal I 2026 akibat proses operasional pushback. Meski demikian, perusahaan tetap mampu memproduksi sekitar 72.000 troy ounce emas sepanjang 2025.
Setelah proses tersebut selesai, perusahaan menargetkan untuk kembali menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi pada kuartal II 2026. Target produksi emas pun dipatok mencapai sekitar 80.000 troy ounce pada 2026.
Selain itu, BRMS tengah meningkatkan kapasitas salah satu pabrik emas dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari yang dijadwalkan selesai pada kuartal IV 2026. Perusahaan juga menargetkan mulai menambang bijih berkadar emas tinggi dari tambang bawah tanah pada semester kedua 2027 untuk mendorong produksi di tahun-tahun berikutnya.
