BNI Umumkan Pembagian Dividen Rp 349,41 per Saham untuk Tahun Buku 2025
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3571934/original/032700800_1631670774-15_SEPTEMBER_2021-BNIWhatsApp_Image_2021-09-15_at_08.42.53.jpeg)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 13,02 triliun kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Perseroan menetapkan nilai dividen sebesar Rp 349,41 per saham sebagai bagian dari komitmen memberikan imbal hasil kepada investor.
Keputusan tersebut berasal dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Maret 2026. Dalam rapat itu, BNI menyepakati pembagian dividen yang setara dengan 65 persen dari laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 20,04 triliun.
BNI Tetapkan Jadwal Lengkap Pembagian Dividen kepada Pemegang Saham
BNI menyusun jadwal rinci pembagian dividen agar investor dapat mencermati waktu yang tepat. Perseroan menetapkan tanggal efektif pada 7 April 2026, sementara cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 17 Maret 2026.
Selanjutnya, perseroan menetapkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 25 Maret 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung pada 26 Maret 2026 dan ex dividen pada 27 Maret 2026.
Perseroan juga menetapkan tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 26 Maret 2026 pukul 16.10 WIB. Adapun pembayaran dividen akan dilakukan pada 7 April 2026.
BNI Perkuat Fundamental dengan Alokasi Laba Ditahan dan Strategi Buyback
Selain membagikan dividen, BNI mengalokasikan 35 persen laba bersih atau sekitar Rp 7,01 triliun sebagai saldo laba ditahan. Perseroan memanfaatkan dana tersebut untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat struktur permodalan di tengah dinamika industri perbankan.
Dalam RUPST yang sama, BNI juga memperoleh persetujuan untuk melaksanakan program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 905,48 miliar. Manajemen menilai langkah ini mampu menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan sekaligus upaya menjaga kinerja berkelanjutan.
BNI Lakukan Penyesuaian Anggaran Dasar dan Perkuat Tata Kelola Perusahaan
BNI juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar melalui reklasifikasi saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna sebanyak 223.783.877 lembar. Perseroan menyesuaikan langkah ini dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN.
Selain itu, pemegang saham turut menyetujui berbagai agenda penting lainnya, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Perseroan juga menetapkan remunerasi direksi dan komisaris untuk 2026 serta menunjuk akuntan publik untuk tahun buku yang sama.
Melalui rangkaian keputusan tersebut, BNI berupaya memperkuat fondasi bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat.
