Indeks Bisnis-27 Menguat Saat Pembukaan, Saham INCO, BRPT, dan BUMI Melonjak

Indeks Bisnis-27 langsung mencatat kenaikan pada awal perdagangan Rabu, 1 April 2026, seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kenaikan ini menunjukkan optimisme pelaku pasar setelah tekanan global mulai mereda.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga pukul 09.02 WIB, Indeks Bisnis-27 naik 1,44 persen ke level 490,04. Mayoritas saham dalam indeks tersebut bergerak positif dengan 21 saham menguat, sementara hanya 6 saham mengalami penurunan.
Saham INCO, BRPT, BUMI, dan NCKL Mendorong Kenaikan Indeks
Sejumlah saham unggulan menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memimpin penguatan setelah harganya melonjak 4,67 persen ke Rp5.600 per saham. Kenaikan ini kemudian diikuti oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 4,03 persen ke Rp1.420 per saham.
Selain itu, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turut mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 3,70 persen ke Rp224. Selanjutnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga menguat 3,69 persen ke level Rp1.125 per saham, memperkuat tren positif indeks.
Saham HEAL dan PTBA Melemah di Tengah Penguatan Pasar
Di sisi lain, tidak semua saham bergerak naik. Beberapa saham justru mengalami tekanan pada awal perdagangan. PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) mencatat penurunan terbesar dengan koreksi 4,94 persen ke Rp1.250 per saham.
Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga melemah 2,83 persen ke Rp3.090. Penurunan ini menunjukkan adanya aksi ambil untung pada sejumlah saham tertentu meskipun pasar secara keseluruhan menguat.
IHSG Menguat dan Mencerminkan Sentimen Positif Global
Sejalan dengan Indeks Bisnis-27, IHSG juga bergerak naik pada awal sesi perdagangan. Indeks utama tersebut menguat 1,34 persen ke level 7.142,86. Bahkan, IHSG sempat dibuka lebih tinggi di 7.149,25 dan menyentuh posisi 7.158,76.
Pergerakan ini didukung oleh dominasi saham yang menguat, yakni sebanyak 418 saham, sementara 113 saham melemah dan 427 saham stagnan. Selain itu, total kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.581 triliun.
Pelaku Pasar Merespons Redanya Gejolak Global dan Kenaikan Bursa AS
Penguatan pasar saham domestik tidak terlepas dari sentimen global yang semakin kondusif. Bursa saham Amerika Serikat mencatat lonjakan signifikan setelah muncul sinyal de-eskalasi konflik geopolitik.
Indeks Dow Jones naik 2,49 persen, sedangkan Nasdaq melonjak 3,83 persen. Kondisi ini terjadi setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka peluang penghentian konflik dengan syarat adanya jaminan internasional.
Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan kesiapan untuk menghentikan aksi militer, sehingga meningkatkan optimisme terhadap stabilitas pasokan energi global.
Analis Memproyeksikan IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan
Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melihat peluang penguatan lanjutan pada IHSG meskipun sebelumnya sempat melemah. Ia menyebut indeks masih memiliki ruang untuk rebound dalam perdagangan hari ini.
Menurutnya, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 6.950 hingga 7.000, dengan area resistance di kisaran 7.150 sampai 7.300. Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati pergerakan harga minyak Brent yang masih tinggi di level US$118,35 per barel akibat ketegangan di Selat Hormuz.
