IHSG Berpeluang Rebound pada April 2026 Didukung Dividen dan Valuasi Murah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan peluang untuk rebound pada April 2026 setelah mengalami tekanan sejak awal tahun. Kombinasi musim pembagian dividen, valuasi saham yang semakin menarik, serta fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat menjadi pendorong utama potensi penguatan tersebut.
Di tengah kondisi global yang belum stabil, pasar saham Indonesia masih mampu bertahan. Hal ini terlihat dari respons investor yang mulai kembali melirik saham-saham dengan harga relatif murah.
Analis Menilai Kondisi Makroekonomi Indonesia Tetap Menopang Pasar
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai pasar saat ini berada dalam fase risk-off akibat ketidakpastian global. Meski demikian, ia menegaskan kondisi makroekonomi Indonesia masih cukup solid untuk menahan tekanan yang lebih dalam.
Ia memperkirakan peluang terjadinya stagflasi di Indonesia masih berada pada kisaran 5% hingga 10%. Namun, risiko tersebut dapat meningkat jika ketegangan geopolitik terus berlanjut dan memicu kenaikan harga energi.
Selain itu, Nafan menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga defisit APBN agar tetap terkendali. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar domestik.
Koreksi IHSG Membuka Peluang Akumulasi Saham oleh Investor
Seiring dengan koreksi yang terjadi sejak awal tahun, valuasi pasar saham Indonesia kini menjadi lebih menarik. Kondisi ini mendorong investor untuk mulai melakukan akumulasi pembelian secara bertahap, terutama pada saham-saham dengan fundamental kuat.
Nafan merekomendasikan investor untuk fokus pada saham undervalued serta emiten yang memiliki prospek pertumbuhan. Beberapa saham yang masuk dalam radar antara lain AADI, ADMR, AKRA, AMRT, ANTM, ARCI, BBCA, BUMI, dan MEDC.
Dengan strategi tersebut, investor diharapkan dapat memanfaatkan momentum pemulihan pasar secara optimal.
Analis Mengandalkan Sektor Energi dan Musim Dividen sebagai Penggerak IHSG
Sementara itu, Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai sektor energi dan komoditas berpotensi menjadi motor penggerak pasar pada April 2026.
Selain itu, momentum pembagian dividen dari sejumlah emiten besar juga diyakini akan memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan indeks. Emiten seperti BBCA, BBNI, HIAS, dan ELPI dijadwalkan membagikan dividen pada awal April 2026.
Ia menilai musim dividen ini dapat menjadi katalis positif yang menjaga stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global.
IHSG Diperkirakan Bergerak Volatil di Tengah Tekanan Global
Meski peluang rebound terbuka, pergerakan IHSG diperkirakan tetap fluktuatif sepanjang April 2026. Samuel Sekuritas memproyeksikan indeks akan bergerak dalam rentang 6.850 hingga 7.200.
Sejumlah sentimen negatif masih membayangi pasar, termasuk konflik di Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta potensi berlanjutnya arus keluar dana asing.
Pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, IHSG ditutup menguat 1,93% ke level 7.149,25. Sepanjang sesi, indeks bergerak di kisaran 7.136,25 hingga 7.207,17 dengan nilai transaksi mencapai Rp16,44 triliun.
Penguatan ini juga didukung oleh data inflasi Maret 2026 sebesar 3,48% secara tahunan serta surplus neraca perdagangan Februari 2026 sebesar US$1,27 miliar, yang memberikan sentimen positif bagi pasar.
