Indeks Bisnis-27 Melemah pada Penutupan Perdagangan 2 April 2026

Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Kamis, 2 April 2026, di zona merah setelah mengalami tekanan signifikan sepanjang sesi. Pelemahan ini mencerminkan dominasi sentimen negatif di pasar, terutama dari saham-saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia tersebut turun 1,38 persen ke level 487,48. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 480,77 hingga 489,82, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Saham BRPT, ADMR, dan MEDC Menekan Pergerakan Indeks Secara Signifikan
Sejumlah saham unggulan menjadi faktor utama yang menekan kinerja indeks. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) memimpin pelemahan dengan penurunan tajam sebesar 12,32 persen ke level Rp1.820.
Tekanan juga datang dari saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang turun 6,47 persen ke posisi Rp1.880. Selain itu, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melemah 4,75 persen ke level Rp1.605.
Pelemahan turut terjadi pada saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 4,35 persen ke Rp5.500 serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang terkoreksi 4,27 persen ke level Rp1.220. Penurunan pada saham-saham ini memperbesar tekanan terhadap indeks hingga penutupan.
Mayoritas Saham dalam Indeks Berakhir di Zona Merah
Komposisi pergerakan saham dalam indeks menunjukkan dominasi tekanan jual. Dari total 27 saham konstituen, sebanyak 22 saham ditutup melemah, sementara hanya empat saham yang berhasil menguat dan satu saham bergerak stagnan.
Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan pasar terjadi secara luas dan tidak terbatas pada sektor tertentu. Akibatnya, indeks sulit keluar dari zona negatif hingga akhir perdagangan.
Saham MAPI, BBCA, dan INDF Memberikan Penopang Terbatas
Di tengah pelemahan mayoritas saham, beberapa emiten masih mencatat kinerja positif. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,40 persen ke level Rp1.305.
Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,15 persen ke posisi Rp6.575, sementara saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat 0,76 persen ke level Rp6.625.
Namun demikian, penguatan pada saham-saham ini belum mampu mengimbangi tekanan besar dari saham-saham yang melemah.
IHSG Turut Ditutup Melemah Seiring Tekanan Pasar
Sejalan dengan pelemahan Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menutup perdagangan di zona merah. IHSG tercatat turun 2,19 persen ke level 7.026,78 pada penutupan Kamis, 2 April 2026.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 7.019 hingga 7.161. Selain itu, BEI mencatat sebanyak 177 saham menguat, 530 saham melemah, dan 113 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar tercatat berada di posisi Rp12.330 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar saham Indonesia pada hari tersebut.
