Saham YPAS hingga IMPC Melonjak dan Pimpin Top Gainers Sepekan Awal April 2026

Sejumlah saham mencatat lonjakan signifikan dan mendominasi daftar top gainers selama periode perdagangan 30 Maret hingga 2 April 2026. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk. (YPAS) memimpin penguatan dengan kenaikan paling tinggi dalam sepekan.
Harga saham YPAS melonjak 118,90% dari Rp635 menjadi Rp1.390 per lembar. Kenaikan tajam ini menempatkan YPAS di posisi teratas sebagai saham dengan performa terbaik di tengah kondisi pasar yang melemah.
Emiten CHEM dan MSIN Mencatat Kenaikan Signifikan dan Menyusul di Posisi Atas
Selain YPAS, saham PT Chemstar Indonesia Tbk. (CHEM) turut mencatat lonjakan besar dengan kenaikan 63,10% dari Rp84 menjadi Rp137 per saham. Kinerja ini menempatkan CHEM di posisi kedua dalam daftar penguatan tertinggi.
Sementara itu, saham PT MNC Studios International Tbk. (MSIN) menempati peringkat ketiga setelah naik 60,58% atau 315 poin ke level Rp835 per lembar. Penguatan ini menunjukkan minat investor yang masih tinggi terhadap saham-saham tertentu meski pasar secara umum tertekan.
Saham ALKA hingga TEBE Turut Menguat dan Masuk Daftar Top Gainers
Pergerakan positif juga terlihat pada saham PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) yang naik 57,39% menjadi Rp905 per lembar. Di posisi berikutnya, saham ASPR mencatat kenaikan 44,26% ke level Rp264 per saham.
Selanjutnya, saham VERN menguat 27,45%, disusul BLES yang naik 25,20% menjadi Rp154 per lembar. Sementara itu, saham TEBE turut mencatat kenaikan 23,50% ke posisi Rp1.445 per saham.
Saham BANK dan IMPC Melengkapi Daftar Saham Paling Cuan Pekan Ini
Dua posisi terakhir dalam daftar top gainers ditempati oleh saham BANK dan IMPC. Saham BANK naik 22,64% menjadi Rp520 per lembar, sedangkan saham IMPC menguat 20,43% ke level Rp2.240 per saham.
Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan adanya peluang cuan di tengah kondisi pasar yang tidak sepenuhnya kondusif.
IHSG Melemah Sepekan Meski Sejumlah Saham Mencatat Lonjakan
Di tengah penguatan sejumlah saham tersebut, IHSG justru bergerak ke arah sebaliknya. Indeks tercatat turun 0,99% menjadi 7.026,78 selama periode perdagangan yang sama.
Penurunan ini juga diikuti oleh penyusutan kapitalisasi pasar sebesar 1,69% menjadi Rp12.305 triliun. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian merosot 36,69% menjadi Rp14,77 triliun, menandakan aktivitas pasar yang melemah.
Dengan demikian, meski IHSG berada dalam tekanan, pergerakan saham-saham tertentu tetap menunjukkan potensi keuntungan bagi investor yang selektif dalam memilih emiten.
