Indeks Bisnis-27 Melemah 1,40 Persen ke 488,10 Meski Sejumlah Saham Unggulan Menguat

Pelemahan mayoritas saham menyeret Indeks Bisnis-27 ke zona merah
Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 9 April 2026, seiring tekanan yang terjadi di sebagian besar saham konstituen. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks hasil kerja sama BEI dan Harian Bisnis Indonesia itu turun 1,40 persen ke level 488,10.
Pergerakan indeks mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar. Dari total 27 saham anggota indeks, hanya 5 saham yang berhasil menguat, sementara 21 saham terkoreksi dan 1 saham bergerak stagnan hingga penutupan sesi perdagangan.
Saham BRPT, TLKM, dan DSNG mencatat kenaikan di tengah tekanan pasar
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru menunjukkan kinerja positif. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,10 persen ke level Rp1.855.
Selanjutnya, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 0,95 persen ke Rp3.190. Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) juga menguat 0,90 persen ke Rp1.680, diikuti oleh saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang naik 0,70 persen ke Rp2.880.
Kenaikan sejumlah saham ini menunjukkan masih adanya minat beli investor pada emiten tertentu meskipun tekanan pasar secara keseluruhan masih cukup kuat.
Pelemahan saham MAPI, BBCA, dan UNTR menekan pergerakan indeks
Sebaliknya, sejumlah saham mengalami koreksi signifikan yang membebani indeks. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun 4,17 persen ke Rp1.265, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang melemah 4,07 persen ke Rp6.475.
Tekanan juga terjadi pada saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang turun 3,46 persen ke Rp30.025 serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terkoreksi 3,17 persen ke Rp244.
Selain itu, pelemahan turut melanda saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), hingga PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Kondisi ini semakin mempertegas dominasi tekanan jual di pasar.
Analis melihat sentimen global masih memengaruhi arah pasar saham
Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai dinamika geopolitik global masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar. Ia menyebut meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sempat menjadi sentimen positif bagi pasar.
Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda serangan terhadap infrastruktur Iran selama dua pekan serta langkah Teheran membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz memberi harapan bagi stabilitas pasar global.
Pada perdagangan sebelumnya, kondisi tersebut turut mendorong IHSG mencatat penguatan signifikan disertai aksi beli bersih investor asing senilai Rp573 miliar, dengan saham seperti BBNI, AADI, BRMS, BBCA, dan ENRG menjadi incaran utama.
Analis memproyeksikan pergerakan IHSG dengan level support dan resistance
Untuk pergerakan selanjutnya, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang tertentu. Level support diproyeksikan berada di kisaran 7.050 hingga 7.100, sementara level resistance berpotensi menguji area 7.300 hingga 7.400.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan pengaruh kuat dari sentimen global dan aliran dana investor asing.
