Sucor Sekuritas Dorong Investor Terapkan Disiplin Risiko saat Pasar Lesu

Investor Mengurangi Eksposur dan Menyusun Strategi Bertahap di Tengah Downtrend
Pasar saham yang bergerak melemah di tengah ketidakpastian global mendorong investor untuk mengubah pendekatan investasi. Mereka kini perlu menekan risiko dan menghindari langkah agresif yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Dalam kondisi ini, investor harus menjaga likuiditas serta tidak menempatkan seluruh dana ke pasar secara sekaligus.
Financial Educator Manager Sucor Sekuritas, Hendry Wijaya, menegaskan bahwa investor sebaiknya mengurangi porsi investasi saat tren pasar menurun. Ia menyarankan agar investor memulai dengan alokasi kecil, misalnya 10 persen dari total dana, lalu menambah posisi secara bertahap ketika tren menunjukkan penguatan.
Pendekatan bertahap ini memberi ruang bagi investor untuk mengelola risiko sekaligus menjaga fleksibilitas dalam merespons perubahan pasar. Dengan strategi tersebut, investor dapat menghindari kerugian besar saat kondisi belum stabil, sekaligus tetap siap memanfaatkan peluang saat tren berbalik positif.
Investor Mengikuti Tren Positif dengan Trading Plan yang Disiplin
Selain mengatur porsi investasi, investor juga perlu mengikuti tren pasar dengan tetap berpegang pada rencana trading yang jelas. Hendry menekankan bahwa selama saham berada dalam tren naik, investor dapat mengambil posisi dengan tetap mengacu pada strategi yang telah disusun sebelumnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak investor menjadi terlalu percaya diri setelah meraih keuntungan di fase bullish. Akibatnya, mereka kerap mengabaikan manajemen risiko. Padahal, fase pasar yang melemah justru menjadi ujian utama bagi ketahanan strategi investasi.
Menurutnya, trader yang mampu bertahan saat kondisi pasar buruk justru memiliki kualitas yang lebih kuat dibandingkan mereka yang hanya sukses saat pasar sedang naik.
Investor Menentukan Batas Risiko dan Target Keuntungan Secara Rasional
Investor harus menyusun rencana investasi secara matang sebelum membeli saham. Rencana tersebut mencakup alasan pembelian, titik masuk, batas cut loss, serta target keuntungan. Tanpa perencanaan yang jelas, keputusan investasi berisiko menjadi emosional dan tidak rasional.
Selain itu, investor perlu mengatur ukuran posisi sesuai dengan toleransi risiko masing-masing. Dengan pengelolaan yang tepat, investor dapat menghadapi fluktuasi pasar tanpa tekanan berlebih.
Hendry menekankan pentingnya disiplin dalam menerapkan cut loss. Ia mengingatkan bahwa kerugian kecil yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kerugian besar yang sulit dipulihkan. Oleh karena itu, investor harus menetapkan batas kerugian yang rasional sejak awal.
Investor Mengandalkan Analisis Harga dan Volume Ketimbang Sekadar Berita
Di tengah derasnya arus informasi, investor tidak boleh hanya bergantung pada berita. Mereka perlu mengonfirmasi setiap sentimen dengan melihat pergerakan harga dan volume transaksi di pasar.
Menurut Hendry, menunggu berita positif justru dapat membuat investor kehilangan momentum. Sebaliknya, investor sebaiknya mengikuti rencana trading dan masuk ke pasar saat tren menunjukkan penguatan, tanpa harus menunggu konfirmasi dari berita.
Dengan demikian, strategi bertahan di pasar lesu tidak hanya bergantung pada pemilihan saham. Investor harus menggabungkan disiplin, manajemen risiko, serta kemampuan membaca kondisi pasar secara objektif agar dapat menjaga keberlangsungan portofolio.
