Indeks Bisnis-27 Menguat di Pembukaan, Saham BBNI hingga BRPT Mendorong Kenaikan

Investor Mengangkat Indeks Bisnis-27 Melalui Aksi Beli Saham Unggulan
Indeks Bisnis-27 langsung bergerak ke zona hijau pada awal perdagangan Jumat, 10 April 2026. Kenaikan ini terjadi setelah investor meningkatkan aksi beli pada sejumlah saham unggulan, termasuk sektor perbankan dan energi.
Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.10 WIB, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia ini naik 0,79% ke level 491,98 dari posisi pembukaan di 490,31. Sepanjang awal perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 490,03 hingga 492,35, mencerminkan optimisme pasar yang mulai terbentuk.
Dari total 27 konstituen, sebanyak 19 saham mencatatkan kenaikan, sementara empat saham stagnan dan empat lainnya mengalami pelemahan. Komposisi ini menunjukkan dominasi sentimen positif di kalangan pelaku pasar pada awal sesi.
Saham BRPT, BUMI, dan Perbankan Besar Mencatat Penguatan Signifikan
Saham milik Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), menjadi salah satu penggerak utama indeks dengan kenaikan 3,77% atau 70 poin ke level Rp1.925. Di saat yang sama, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga mencatat kenaikan 1,64% ke posisi Rp248 per saham.
Selain sektor energi, saham perbankan berkapitalisasi besar turut memberikan kontribusi positif. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,54% ke Rp3.730, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 0,61% ke Rp3.300, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meningkat 1,09% ke Rp4.620.
Kenaikan pada saham-saham ini menunjukkan bahwa investor masih menaruh kepercayaan pada emiten dengan fundamental kuat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
IHSG Ikut Menguat dan Mengonfirmasi Sentimen Positif Pasar
Sejalan dengan penguatan Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat kenaikan pada pembukaan perdagangan hari yang sama. IHSG dibuka di level 7.246,49 dan langsung menguat sekitar 1,35% setelah sesi dimulai.
Pergerakan IHSG berada dalam kisaran 7.347,14 hingga 7.415,94, mencerminkan adanya dorongan beli yang cukup kuat di pasar secara keseluruhan. Data perdagangan juga menunjukkan sebanyak 371 saham menguat, 153 saham melemah, dan 435 saham bergerak stagnan.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar tercatat mencapai sekitar Rp13.104,5 triliun. Angka ini memperlihatkan besarnya nilai pasar yang tetap terjaga di tengah aktivitas perdagangan yang dinamis.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar terus memantau perkembangan sentimen global dan domestik untuk menentukan arah investasi selanjutnya, sembari tetap memperhatikan risiko yang mungkin muncul.
