Investor Asing Borong Saham Ini Saat IHSG Terus Melemah

IHSG Lanjutkan Koreksi dan Ditutup di Bawah 7.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Indeks ditutup turun 0,26% ke level 6.971,02, menandai tekanan pasar yang masih berlanjut dalam beberapa hari terakhir.
Aktivitas perdagangan tercatat lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp13,5 triliun dengan volume 27,2 miliar saham dalam 1,77 juta kali transaksi. Dari keseluruhan emiten, sebanyak 407 saham mengalami penurunan, sementara 250 saham menguat dan 158 saham bergerak stagnan.
Investor Asing Catat Pembelian Bersih Besar di Tengah Tekanan Pasar
Di tengah pelemahan indeks, investor asing justru meningkatkan aksi beli. Tercatat, pembelian bersih atau net foreign buy mencapai Rp1,78 triliun di seluruh pasar. Mayoritas transaksi terjadi di pasar reguler dengan nilai yang sama, sementara di pasar negosiasi dan tunai tercatat tambahan pembelian bersih sebesar Rp2,51 miliar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investor global masih melihat peluang di pasar saham Indonesia meskipun IHSG tengah mengalami tekanan. Aksi beli tersebut juga mencerminkan strategi akumulasi pada saham tertentu saat harga berada di level yang lebih rendah.
Investor Asing Fokus Borong Saham Sektor Tambang dan Konsumsi
Sejumlah saham menjadi target utama pembelian asing pada perdagangan tersebut. Saham sektor tambang dan energi mendominasi daftar pembelian bersih, seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp40,79 miliar, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) Rp34,32 miliar, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp32,00 miliar.
Selain itu, saham blue chip juga turut diborong, termasuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan nilai Rp28,73 miliar dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) sebesar Rp24,88 miliar. Aksi beli ini menunjukkan minat investor terhadap saham dengan fundamental kuat di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Investor Asing Perluas Aksi Beli ke Berbagai Sektor
Tidak hanya sektor tambang dan perbankan, investor asing juga memperluas pembelian ke sektor lain. PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) mencatat pembelian bersih Rp22,87 miliar, diikuti PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) sebesar Rp21,03 miliar.
Selanjutnya, saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) juga masuk dalam daftar saham yang diborong asing. Langkah ini menegaskan bahwa investor global tetap aktif melakukan rotasi portofolio untuk menangkap peluang di berbagai sektor.
Dengan dinamika tersebut, pasar saham Indonesia masih berada dalam fase volatil. Namun, kehadiran aliran dana asing menjadi sinyal bahwa minat terhadap aset domestik tetap terjaga meski IHSG berada dalam tekanan.
