IHSG Melesat Nyaris 2% ke Level 7.445 Didorong Sentimen Global dan Saham Konglomerat
IHSG Melanjutkan Reli dan Menguat Tajam di Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Jumat, 10 April 2026. Indeks langsung melesat 1,87% ke posisi 7.445,38 atau naik sekitar 120 poin pada sesi pertama. Kenaikan ini memperpanjang tren rebound yang sudah terbentuk sejak dua hari sebelumnya, terutama setelah lonjakan signifikan lebih dari 4% pada Rabu, 8 April 2026.
Pergerakan positif ini juga diikuti oleh dominasi saham yang menguat di pasar. Sebanyak 377 saham mencatatkan kenaikan, sementara 164 saham melemah dan 176 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan tercatat cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp2,66 triliun dari 7,76 miliar saham dalam 352.649 transaksi. Seiring itu, kapitalisasi pasar turut meningkat menjadi Rp13.171 triliun.
Sektor Infrastruktur dan Energi Mendorong Penguatan Indeks
Seluruh sektor perdagangan mencatatkan kinerja positif pada sesi ini. Sektor infrastruktur, energi, dan barang baku menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Kinerja sektor-sektor tersebut memperlihatkan minat investor yang kembali meningkat terhadap saham berbasis komoditas dan pembangunan.
Selain itu, saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip turut berperan signifikan dalam mengangkat IHSG. Emiten-emiten dari kelompok konglomerasi menjadi motor utama penguatan indeks, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan besar.
Saham Grup Konglomerat Menjadi Penggerak Utama IHSG
Saham Barito Renewables Energy (BREN) tampil sebagai kontributor terbesar dengan sumbangan sekitar 10 poin terhadap IHSG. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu yang bergerak kompak di zona hijau.
Selain itu, sejumlah emiten besar lain turut memperkuat indeks, seperti DSSA dari Grup Sinar Mas, TPIA dari Grup Barito, serta Bayan Resources (BYAN) milik Low Tuck Kwong. Pergerakan saham-saham tersebut menunjukkan dominasi emiten besar dalam menopang arah pasar.
Sentimen Global dan Harga Minyak Menopang Optimisme Pasar
Di sisi eksternal, pasar mendapat dorongan dari kondisi global yang relatif membaik meski masih dibayangi ketidakpastian. Gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran memberikan sentimen positif, meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda.
Pasar Asia-Pasifik pun bergerak mayoritas menguat. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,68%, Nikkei 225 Jepang melonjak 1,65%, sementara pasar Australia justru melemah tipis. Di saat yang sama, harga minyak dunia terus menguat, dengan WTI mencapai US$98,55 per barel dan Brent berada di US$95,92 per barel.
Kondisi ini memperkuat optimisme investor terhadap stabilitas pasar keuangan global, meskipun pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang berpotensi memicu volatilitas.
