Saham Big Banks Terkoreksi, Analis Petakan Arah Pergerakan BBCA hingga BBNI

Investor asing melepas saham perbankan besar saat harga kompak turun
JAKARTA – Saham empat bank besar atau big banks mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Penurunan harga terjadi seiring aksi jual investor asing yang cukup masif di sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pelemahan paling dalam dengan penurunan 4,07% ke level Rp6.475. Pada saat yang sama, investor asing melakukan aksi jual bersih mencapai Rp611,01 miliar di saham tersebut.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang turun 1,80% ke Rp3.280. Investor asing turut mencatatkan net sell sebesar Rp339,72 miliar, memperkuat tekanan pada pergerakan harga saham.
Saham BMRI dan BBNI ikut melemah di tengah aksi jual pasar
Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ikut terkoreksi 2,14% ke posisi Rp4.570. Aksi jual asing di saham ini tercatat mencapai Rp207,02 miliar, menandakan tekanan merata di sektor perbankan.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga melemah 1,85% ke level Rp3.710. Meskipun demikian, nilai net sell asing pada saham ini relatif kecil, yakni sekitar Rp848,47 juta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya terfokus pada satu emiten, tetapi menyebar ke seluruh saham bank besar di pasar.
Analis menetapkan level support dan resistance untuk perdagangan berikutnya
Menghadapi kondisi tersebut, CGS International Sekuritas memetakan potensi pergerakan harga saham untuk perdagangan Jumat (10/4/2026). Untuk saham BBCA, analis menetapkan area support di level 6.350 dan 6.225, sementara resistance berada di kisaran 6.700 hingga 6.925, dengan pivot di 6.575.
Pada saham BBRI, level support berada di 3.250 hingga 3.220, sedangkan resistance diperkirakan berada pada rentang 3.320 sampai 3.360. Pivot saham ini berada di level 3.290.
Adapun saham BMRI diperkirakan memiliki support di area 4.543 dan 4.517, serta resistance pada kisaran 4.623 hingga 4.677 dengan pivot di 4.597.
Sementara itu, saham BBNI diproyeksikan bergerak dengan support di 3.670 hingga 3.630, serta resistance di kisaran 3.760 sampai 3.810. Level pivot saham ini berada di 3.720.
Dengan peta teknikal tersebut, pelaku pasar diharapkan dapat mencermati pergerakan harga dan menentukan strategi investasi secara lebih terukur di tengah volatilitas pasar yang masih berlangsung.
