Investor Asing Lakukan Net Sell Besar, Saham Big Caps Terkoreksi Tajam

Investor asing mencatat aksi jual bersih saat IHSG tetap menguat
JAKARTA – Investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) besar-besaran pada sejumlah saham di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Meski IHSG tetap ditutup naik 28,38 poin atau 0,39% ke level 7.307,5, tekanan jual asing tetap membayangi pergerakan pasar.
Berdasarkan data Stockbit, aksi jual asing terlihat paling besar terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran strategi investor global di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.
Investor asing melepas saham BBCA, BBRI, dan BMRI dalam jumlah besar
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell terbesar dengan nilai mencapai Rp611 miliar. Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ikut dilepas asing dengan nilai jual bersih Rp339,7 miliar.
Tekanan juga terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net sell sebesar Rp207 miliar. Aksi ini memperlihatkan bahwa sektor perbankan menjadi salah satu fokus utama pelepasan dana asing pada perdagangan tersebut.
Investor asing memperluas aksi jual ke saham komoditas dan energi
Selain sektor perbankan, investor asing juga melepas sejumlah saham di sektor komoditas dan energi. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat net sell Rp125 miliar, diikuti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp112,5 miliar.
Selanjutnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut dilepas dengan nilai Rp87 miliar, sementara PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat net sell Rp60 miliar. Saham lainnya seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masuk daftar jual asing dengan nilai masing-masing Rp48,6 miliar dan Rp37,8 miliar.
Selain itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatat net sell Rp39 miliar, memperkuat daftar tekanan jual di berbagai sektor.
Investor asing tetap mencatat net sell di seluruh pasar meski IHSG naik
Secara keseluruhan, investor asing mencatat net sell di seluruh pasar mencapai Rp1,74 triliun pada Kamis (9/4/2026). Tekanan terbesar terjadi di pasar reguler dengan nilai Rp1,77 triliun, sementara pasar negosiasi dan tunai masih mencatat net buy sebesar Rp27,81 miliar.
Di sisi lain, IHSG tetap menguat di tengah tekanan tersebut. Aktivitas perdagangan juga berlangsung tinggi dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,84 triliun, volume 26,8 miliar saham, serta frekuensi transaksi sebanyak 2,2 juta kali.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dinamis meskipun tekanan jual asing cukup dominan pada sejumlah saham utama.
