Saham-Saham Menguat Kuat dan Menembus ARA Saat IHSG Melonjak di Sesi Awal Perdagangan

IHSG Melonjak Tajam dan Mendorong Saham-Saham Unggulan Menguat di Sesi Awal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada sesi awal perdagangan Jumat, 10 April 2026. IHSG melesat 137,35 poin atau 1,88 persen ke level 7.444,94 dan bergerak dalam rentang 7.346 hingga 7.475 pada satu jam pertama perdagangan.
Seiring penguatan tersebut, sejumlah saham ikut melaju kencang hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham-saham tersebut juga langsung menempati posisi teratas dalam daftar top gainers di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bursa Mencatat Lonjakan Aktivitas Perdagangan Seiring Meningkatnya Minat Investor
Data BEI menunjukkan aktivitas perdagangan berlangsung sangat aktif pada satu jam pertama. Bursa mencatat sebanyak 14,52 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,8 triliun. Frekuensi perdagangan juga menembus 787.089 kali transaksi.
Selain itu, pergerakan pasar menunjukkan dominasi saham yang menguat. Sebanyak 453 saham tercatat naik, sementara 168 saham melemah dan 184 saham bergerak stagnan. Saham-saham dalam indeks LQ45 juga menguat 1,32 persen dan ikut memperkuat momentum kenaikan pasar.
Pasar Asia Ikut Menguat dan Menambah Sentimen Positif ke Pergerakan IHSG
Selain penguatan di dalam negeri, pasar saham Asia juga bergerak positif pada periode yang sama. Indeks Nikkei Jepang naik 1,49 persen, Straits Times Singapura menguat 0,09 persen, Hang Seng Hong Kong bertambah 0,57 persen, dan Shanghai Composite China naik 0,85 persen.
Pergerakan ini memperkuat sentimen positif yang mendorong aliran dana ke pasar saham, termasuk Indonesia. Dengan dukungan sentimen regional, IHSG mempertahankan tren penguatan di awal perdagangan.
Saham-Saham Top Gainers Mencuri Perhatian Investor di Tengah Reli Pasar
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan menempati posisi top gainers pada sesi perdagangan ini. Lonjakan harga tersebut terjadi seiring meningkatnya minat beli investor di tengah penguatan IHSG yang cukup agresif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum penguatan pasar tidak hanya terpusat pada indeks utama, tetapi juga menyebar ke berbagai saham unggulan yang aktif diperdagangkan.
