IHSG Menguat Signifikan Saat Euforia Damai AS–Iran Mendorong Reli Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan sesi I Jumat (10/4/2026) setelah sentimen global membaik. IHSG melonjak 147,87 poin atau 2,02 persen ke level 7.455 dan bergerak dalam rentang 7.346 hingga 7.475. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap meredanya ketegangan geopolitik global yang sebelumnya menekan pasar.
Di tengah penguatan tersebut, mayoritas bursa saham Asia juga bergerak di zona hijau. Kondisi ini memperkuat sentimen positif di pasar domestik dan mendorong aksi beli pada berbagai saham berkapitalisasi besar. Aktivitas perdagangan juga meningkat signifikan seiring tingginya minat investor pada saham-saham unggulan.
Pelaku pasar menilai kesepakatan gencatan senjata sementara AS–Iran memperkuat optimisme global
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pasar merespons positif kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini meningkatkan harapan investor terhadap potensi meredanya konflik di Timur Tengah yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian global.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai risiko lanjutan dari dinamika geopolitik. Investor terus mencermati kondisi konflik di kawasan lain serta gangguan jalur energi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia. Ketidakpastian tersebut masih menjadi faktor penahan bagi reli yang lebih kuat di pasar keuangan.
Investor menantikan data inflasi AS dan arah kebijakan The Fed di tengah ketidakpastian global
Selain faktor geopolitik, pasar juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat melalui indeks harga konsumen (CPI) periode Maret. Data ini menjadi acuan penting untuk menilai dampak konflik global terhadap tekanan inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyoroti risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi. Kondisi ini membuka peluang kebijakan suku bunga tetap ketat, meski ekspektasi pemangkasan suku bunga masih muncul dalam proyeksi pasar tahun ini.
Secara keseluruhan, IHSG bergerak positif karena kombinasi sentimen geopolitik yang mereda dan ekspektasi kebijakan moneter global yang mulai terbaca oleh investor.
