IHSG Melesat Saat Reli Saham Dorong 5 Emiten Terbang di Atas 29 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026). IHSG naik 150,9 poin atau 2,07 persen ke level 7.458,5 seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap sentimen global dan aksi beli yang meluas di berbagai sektor.
Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham mencuri perhatian karena melonjak tajam hingga lebih dari 29 persen. Saham-saham tersebut, termasuk CITY hingga PADI, masuk dalam daftar top gainers dan memberikan imbal hasil besar bagi investor dalam satu hari perdagangan.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga meningkat tajam. Total nilai perdagangan mencapai Rp 18,1 triliun dengan volume 40,8 miliar saham dan frekuensi transaksi menembus 2,25 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 517 saham menguat, 187 saham melemah, dan 255 saham bergerak stagnan.
Seluruh sektor saham menguat saat sektor perindustrian memimpin reli pasar
Penguatan IHSG juga ditopang oleh kinerja positif hampir seluruh sektor saham. Sektor perindustrian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,29 persen dan menjadi motor utama penguatan pasar pada akhir sesi perdagangan.
Sektor keuangan turut menguat 3,02 persen, diikuti sektor barang konsumen primer 2,64 persen dan sektor properti 2,18 persen. Selain itu, sektor barang baku, infrastruktur, teknologi, energi, dan transportasi juga bergerak positif meski dengan kenaikan yang lebih moderat. Satu-satunya sektor yang mencatat pelemahan sangat tipis berasal dari sektor kesehatan sebesar 0,2 persen.
Pelaku pasar merespons positif gencatan senjata AS–Iran dan menantikan data inflasi AS
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG terutama didorong oleh kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini meningkatkan harapan investor terhadap meredanya ketegangan geopolitik global yang selama ini membebani pasar.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan lanjutan, termasuk rencana pembicaraan diplomatik di Islamabad yang diharapkan dapat memperkuat proses perdamaian. Selain itu, investor juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat atau Consumer Price Index (CPI) Maret untuk mengukur arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Dari sisi domestik, penguatan IHSG juga terjadi sejalan dengan reli bursa global, meski data Indeks Kepercayaan Konsumen yang turun ke 122,9 pada Maret 2026 menunjukkan adanya sinyal kehati-hatian di dalam negeri.
