IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan pada Awal Pekan Didukung Sentimen Global dan Dividen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (13/4/2026). Optimisme pasar muncul setelah IHSG pada penutupan Jumat (10/4/2026) berhasil menguat ke level 7.458,4 atau naik 2,07 persen di tengah dukungan sentimen global dan domestik.
Penguatan indeks tersebut turut ditopang oleh harapan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, antisipasi musim pembagian dividen juga ikut memperkuat minat beli investor di pasar saham. Sementara itu, nilai tukar rupiah justru melemah tipis 0,08 persen ke level Rp 17.104 per dolar AS.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG menguji level 7.500 hingga 7.550
Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada awal pekan. Indikator pasar menunjukkan tren positif yang membuka ruang penguatan lebih lanjut dalam jangka pendek.
Perusahaan sekuritas tersebut memperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 7.500 hingga 7.550. Proyeksi ini muncul seiring masih kuatnya sentimen eksternal dan dukungan aliran dana pada saham-saham unggulan di bursa.
Investor mencermati data ekonomi Indonesia yang menunjukkan perlambatan konsumsi
Di sisi domestik, pelaku pasar mencermati rilis data ekonomi terbaru yang menunjukkan perlambatan pada beberapa indikator. Indeks kepercayaan konsumen Indonesia turun ke level 122,9 pada Maret 2026 dari 125,2 pada Februari 2026, meski masih lebih baik dari estimasi pasar di level 120. Penurunan ini terjadi akibat melemahnya sejumlah sub-indeks utama.
Selain itu, penjualan mobil juga turun 13,8 persen secara tahunan pada Maret 2026 setelah sebelumnya tumbuh 12,2 persen pada Februari 2026. Meski demikian, pasar masih menunggu data penjualan ritel Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 5,9 persen secara tahunan sebagai salah satu indikator konsumsi.
Pelaku pasar global menunggu arah kebijakan The Fed di tengah ketidakpastian geopolitik
Dari pasar global, mayoritas indeks saham Asia tercatat menguat pada Kamis (10/4/2026) meski investor masih mencermati ketidakpastian gencatan senjata AS–Iran serta kondisi Selat Hormuz yang belum stabil. Di sisi lain, indeks berjangka Wall Street bergerak melemah menjelang akhir pekan.
Investor global juga menantikan hasil negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan. Sentimen ini menjadi faktor penting yang akan memengaruhi arah pasar pada perdagangan awal pekan.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan pada Senin (13/4/2026), yaitu BBCA, BBRI, MYOR, ISAT, EXCL, dan BRIS untuk peluang trading jangka pendek.
