Indeks Bisnis-27 Melemah Saat IHSG Menguat dan Saham Energi Tetap Melaju

JAKARTA – Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Senin (13/4/2026) di zona merah meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat. Pada penutupan perdagangan, indeks Bisnis-27 terkoreksi 0,22% atau turun 1,08 poin ke level 496,32.
Di sisi lain, IHSG berhasil menguat 0,56% dan parkir di level 7.500,19. Sepanjang sesi, indeks bergerak dari level pembukaan 7.410,09 hingga sempat menyentuh 7.527,87 sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.
Saham Energi dan Grup Barito Mendorong Kenaikan Terbatas
Meskipun indeks utama Bisnis-27 melemah, sejumlah saham masih mencatatkan kinerja positif. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) memimpin penguatan dengan lonjakan 14,36% ke level Rp2.190 per saham.
Selanjutnya, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) ikut menguat 6,11% menjadi Rp1.650 per saham. Pergerakan positif juga terjadi pada saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang naik 3,61% ke Rp1.720, serta PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang bertambah 3,37% ke Rp1.840 per saham.
Di tengah penguatan tersebut, beberapa saham lain justru mencatatkan pelemahan. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) mengalami penurunan terdalam sebesar 3,93% ke Rp1.100 per saham, diikuti oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang terkoreksi 1,98% ke Rp6.175 per saham.
IHSG Berbalik Arah dan Menutup Perdagangan di Zona Hijau
IHSG sempat tertekan pada awal perdagangan akibat sentimen global, namun indeks berhasil berbalik arah dan menguat hingga penutupan. Pada sesi pertama, IHSG sudah menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 0,46% ke level 7.493.
Pergerakan positif ini ditopang oleh saham-saham dari kelompok konglomerasi Barito. Saham BRPT memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 12,8%, disusul saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang melonjak 10,7% serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang menguat 4,3%.
Selain itu, sektor energi dan bahan baku menjadi penopang utama laju indeks pada perdagangan hari tersebut. Kinerja kedua sektor ini mampu meredam tekanan jual yang sempat mendominasi di awal sesi.
Sentimen Global Menekan Bursa Asia dan Membayangi Pergerakan Pasar
Di tengah pergerakan domestik yang relatif solid, bursa saham Asia justru bergerak di bawah tekanan. Sentimen negatif muncul setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Situasi semakin memburuk setelah muncul langkah dari Donald Trump yang memblokade Selat Hormuz. Kebijakan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan memicu ketidakpastian di pasar keuangan regional.
Kondisi ini membuat investor tetap waspada, meskipun pasar saham Indonesia menunjukkan ketahanan dengan penguatan IHSG di tengah tekanan global.
