BEI Hentikan Perdagangan Saham AKKU Setelah Dua Kali Terima Opini Disclaimer

BEI Menjatuhkan Suspensi Saham AKKU Sejak Awal April 2026
Jakarta — Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk sejak 2 April 2026. Keputusan ini diambil setelah perusahaan memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat atau disclaimer dalam laporan keuangan selama dua periode berturut-turut.
Langkah suspensi tersebut berlaku di seluruh pasar dan dimulai sejak sesi I Periodic Call Auction pada tanggal yang sama. Bursa menegaskan bahwa penghentian perdagangan akan berlangsung hingga terdapat pengumuman lanjutan.
BEI Menindaklanjuti Opini Disclaimer Sesuai Aturan Bursa
Bursa mengambil langkah tegas dengan merujuk pada ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-L. Dalam aturan tersebut, suspensi dapat diberlakukan apabila perusahaan tercatat menerima opini disclaimer dua kali berturut-turut atau opini tidak wajar satu kali dari akuntan publik.
Hasil pemantauan atas laporan keuangan auditan per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025 menunjukkan bahwa AKKU memperoleh opini disclaimer secara berulang. Kondisi ini mendorong otoritas bursa untuk segera menghentikan sementara perdagangan saham perseroan.
Bursa Meminta Investor Memantau Keterbukaan Informasi Perseroan
Selanjutnya, Bursa meminta seluruh pihak yang berkepentingan untuk mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan. Langkah ini penting agar investor dapat memahami perkembangan terbaru terkait kondisi emiten tersebut.
Sebelum suspensi diberlakukan, saham AKKU tercatat berada di level Rp38 per saham. Dalam beberapa waktu terakhir, harga saham ini menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
Kinerja Keuangan AKKU Memburuk dan Mempertegas Tekanan Saham
Dari sisi fundamental, perusahaan mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp27,3 miliar pada 2025. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan rugi Rp9,1 miliar pada 2024, sehingga mempertegas tekanan terhadap kinerja keuangan perseroan.
Jika melihat pergerakan jangka panjang, harga saham AKKU sempat menyentuh level tertinggi Rp50 dan terendah Rp8 dalam lima tahun terakhir. Fluktuasi ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan.
AKKU sendiri merupakan emiten yang bergerak di sektor investasi dan jasa dengan fokus utama pada pengelolaan hotel. Perusahaan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham pada 1 November 2004 dengan harga Rp100 per saham.
