IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Tekanan Global, Enam Saham Ini Tetap Menjanjikan

Tekanan Global Mendorong IHSG Bergerak Melemah pada Awal Pekan
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026). Tekanan ini muncul seiring dominasi pelemahan indeks di bursa Wall Street serta meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat berencana memblokade Selat Hormuz.
Kondisi tersebut berkembang setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan tidak menghasilkan kesepakatan. Situasi ini kemudian memicu kekhawatiran pelaku pasar global terhadap stabilitas jalur distribusi energi dunia, sehingga berdampak langsung pada sentimen pasar saham, termasuk di Indonesia.
Analis Menetapkan Rentang Pergerakan IHSG di Tengah Ketidakpastian
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 7.325 hingga 7.190, dengan resistance berada di kisaran 7.590 hingga 7.725. Proyeksi ini mencerminkan potensi tekanan lanjutan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Pada akhir pekan sebelumnya, indeks-indeks Wall Street ditutup bervariasi, namun mayoritas melemah. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama dua pekan.
Pernyataan Donald Trump Memicu Kekhawatiran Pasar Energi Global
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memperkeruh sentimen pasar setelah menyampaikan pernyataan terkait posisi Iran dalam jalur perdagangan energi global. Ia menilai Iran memanfaatkan jalur perairan internasional untuk menekan dunia dalam jangka pendek.
Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya Trump memperingatkan Iran agar tidak memberlakukan pungutan terhadap kapal pengangkut minyak yang melintasi Selat Hormuz. Sikap ini semakin meningkatkan ketegangan dan mendorong kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas pasokan energi.
Lonjakan Harga Energi Mendorong Kenaikan Inflasi Global
Di tengah situasi tersebut, inflasi pada Maret 2026 tercatat naik 0,9% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar. Kenaikan ini terutama dipicu oleh lonjakan harga energi yang meningkat hingga 10,9% akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini mempertegas bahwa faktor geopolitik masih menjadi pendorong utama pergerakan pasar global, sekaligus memengaruhi arah kebijakan dan sentimen investor dalam jangka pendek.
Analis Merekomendasikan Enam Saham Potensial di Tengah Pelemahan IHSG
Di tengah tekanan terhadap IHSG, CGS International Sekuritas Indonesia tetap merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki potensi memberikan keuntungan jangka pendek. Saham-saham tersebut meliputi ADRO, JPFA, BBRI, ASII, ERAA, dan AKRA.
Rekomendasi ini menunjukkan bahwa peluang cuan tetap terbuka meskipun indeks secara keseluruhan diproyeksikan melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum selektif dengan memperhatikan pergerakan saham-saham unggulan tersebut.
