IHSG Melemah Saat Pembukaan, Saham WBSA Justru Melonjak Hingga ARA

IHSG Dibuka Turun dan Bergerak di Zona Merah Sejak Awal Sesi
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terkoreksi pada awal perdagangan Senin, 13 April 2026. Pada sesi I, indeks dibuka melemah sebesar 48,41 poin atau 0,65% ke level 7.410,08. Sepanjang awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 7.351 hingga 7.410 dan didominasi tekanan jual.
Seiring pelemahan tersebut, aktivitas perdagangan mulai ramai sejak menit awal. Tercatat sebanyak 1,61 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 754,29 miliar. Frekuensi perdagangan juga telah menyentuh 128.851 kali transaksi, menunjukkan tingginya aktivitas pasar meskipun indeks tertekan.
Saham WBSA Melonjak Tajam dan Menyentuh Batas ARA
Di tengah tekanan yang melanda IHSG, saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) justru menunjukkan kinerja berlawanan. Saham yang baru melantai di bursa pada pekan sebelumnya ini melesat tajam hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Pergerakan agresif WBSA langsung menempatkannya sebagai salah satu saham top gainers pada perdagangan hari itu. Kenaikan signifikan tersebut menarik perhatian pelaku pasar, terutama karena terjadi di tengah kondisi indeks yang sedang melemah.
Pasar Didominasi Saham Melemah Meski Sebagian Menguat
Secara keseluruhan, pergerakan saham di awal sesi menunjukkan tekanan yang cukup kuat. Sebanyak 366 saham mengalami penurunan, sementara hanya 146 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Adapun 179 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.
Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung negatif, meskipun masih terdapat peluang pada saham-saham tertentu yang bergerak berlawanan arah dengan indeks.
Analis Memproyeksikan IHSG Tetap Tertekan Secara Teknikal
Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG akan melanjutkan pelemahan sepanjang perdagangan hari ini. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak di area support 7.362 dan resistance 7.527.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa candle terakhir membentuk pola bullish belt hold yang masih berada di atas MA5 dan MA20. Namun, indikator stochastic telah membentuk golden cross di area overbought, yang mengindikasikan potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Reliance Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk dicermati pelaku pasar, yaitu ASII, TOBA, ISAT, dan KLBF.
