IHSG Menguat di Tengah Gejolak Konflik AS dan Iran yang Tekan Pasar Global

IHSG Melawan Tren Pelemahan Bursa Asia pada Sesi I
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan ketahanan pada sesi I perdagangan Senin, 13 April 2026, dengan mencatat kenaikan 34 poin atau 0,46% ke level 7.492. Penguatan ini terjadi saat mayoritas indeks saham Asia justru bergerak melemah.
Pergerakan ini menandakan bahwa pasar domestik mampu bertahan di tengah tekanan eksternal. Meskipun sentimen global cenderung negatif, IHSG tetap berada di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan di awal perdagangan.
Pelaku Pasar Global Meningkatkan Kewaspadaan Usai Negosiasi Gagal
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG berlangsung di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global. Kondisi ini muncul setelah perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Kegagalan tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS serta membuka peluang aksi militer lanjutan terhadap Iran.
Ketegangan Geopolitik Mendorong Lonjakan Harga Minyak dan Penguatan Dolar
Situasi geopolitik yang memanas langsung memengaruhi pasar global. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi meningkat karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis distribusi minyak dunia.
Akibatnya, harga minyak dunia melonjak dan dolar Amerika Serikat menguat sebagai aset lindung nilai. Pergerakan ini memperkuat tekanan terhadap pasar keuangan global, termasuk negara berkembang.
IHSG Bertahan Berkat Dukungan Stabilitas Ekonomi Domestik
Di tengah tekanan eksternal tersebut, IHSG tetap mampu mencatatkan penguatan. Pilarmas menilai ketahanan ini didukung oleh langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain itu, respons kebijakan yang terukur serta kondisi fundamental domestik yang relatif stabil membantu menjaga kepercayaan investor. Hal ini memungkinkan pasar saham Indonesia tetap menarik di tengah ketidakpastian global.
