Lo Kheng Hong Melepas 8,18 Juta Saham SIMP dan Mengamankan Keuntungan Rp7,54 Miliar

Lo Kheng Hong Menjual Saham SIMP dalam Dua Transaksi pada April 2026
Investor pasar modal Lo Kheng Hong melakukan aksi penjualan saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dengan melepas sebanyak 8,18 juta lembar saham. Transaksi ini tercatat dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia sebagai langkah realisasi keuntungan investasi.
Ia mengeksekusi penjualan tersebut dalam dua transaksi pada 14 April 2026. Pada transaksi pertama, ia menjual 1.377.000 lembar saham dengan harga Rp925 per lembar. Selanjutnya, ia melepas 6.812.500 lembar saham dengan harga Rp920 per lembar. Dari keseluruhan aksi tersebut, Lo Kheng Hong diperkirakan mengantongi dana sekitar Rp7,54 miliar.
Lo Kheng Hong Mengurangi Kepemilikan Saham SIMP Setelah Aksi Jual Perdana
Aksi ini menjadi penjualan pertama yang dilakukan Lo Kheng Hong sejak mulai mengoleksi saham SIMP pada Juni 2025. Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikannya mengalami penurunan dari 779,20 juta lembar saham atau setara 5,03 persen menjadi 771,01 juta lembar saham atau setara 4,97 persen.
Melalui pernyataannya kepada Bursa Efek Indonesia, Lo Kheng Hong menegaskan bahwa tujuan transaksi ini murni untuk merealisasikan keuntungan dari investasi yang telah dijalankannya.
Pergerakan Harga Saham SIMP Menunjukkan Fluktuasi di Tengah Tren Positif
Pada perdagangan Jumat, 24 April 2026, saham SIMP ditutup di level Rp815 per lembar setelah dibuka pada harga Rp860. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini bergerak dalam rentang Rp810 hingga Rp865 per lembar.
Meskipun mengalami tekanan dalam jangka pendek, kinerja saham SIMP secara tahunan tetap menunjukkan tren positif. Sejak awal 2026, saham ini telah menguat 245 poin atau sekitar 42,98 persen. Dalam enam bulan terakhir, saham tersebut juga mencatat kenaikan sebesar 200 poin atau 32,52 persen.
Kinerja Saham SIMP Menguat dan Menopang Kapitalisasi Pasar
Penguatan harga saham SIMP turut mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mencapai sekitar Rp12,63 triliun. Kinerja ini mencerminkan minat investor terhadap sektor perkebunan, khususnya komoditas minyak kelapa sawit yang masih memiliki prospek menarik.
Dengan langkah realisasi keuntungan ini, Lo Kheng Hong menunjukkan strategi investasi disiplin di tengah pergerakan pasar yang dinamis. Aksi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa investor tetap memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk mengamankan profit.
