IHSG Menutup Perdagangan Selasa di Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa, 28 April 2026, dengan hasil koreksi. Indeks melemah sebesar 0,48 persen atau 32,12 poin menuju level 7.072,39. Meskipun sempat dibuka pada posisi 7.128,46 dan menyentuh level tertinggi di 7.151,50, tekanan jual yang dominan akhirnya membatasi pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan.
Saham-Saham Berkapitalisasi Besar Menekan Indeks
Koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps menjadi pemicu utama pelemahan pasar hari ini. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin tekanan dengan penurunan 5,09 persen ke Rp5.125 per saham. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengikuti dengan koreksi 4,34 persen ke Rp1.765, sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 3,48 persen ke Rp5.550 per saham. Tekanan jual juga menyasar PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terkontraksi 2,30 persen menjadi Rp1.485 per saham. Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan mencatat 350 saham terkoreksi, 339 saham menguat, dan 129 saham stagnan, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp12.617 triliun.
Beberapa Emiten Mencatat Penguatan di Tengah Pasar Lesu
Di tengah sentimen negatif yang menekan indeks, beberapa emiten berhasil mencatatkan kinerja positif dan menahan laju penurunan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 1,88 persen ke Rp3.790 per saham. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turut mencatatkan kenaikan 1,18 persen menjadi Rp8.550, diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang tumbuh 0,68 persen ke level Rp4.430. Pasar juga merespons lonjakan drastis pada saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) sebesar 34,82 persen dan PT Sinergi Inti Andalan Tbk (ESIP) sebesar 34,75 persen. Sebaliknya, tekanan jual tajam menimpa PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang masing-masing melemah dua digit.
Analis Mengamati Sinyal Tekanan Teknikal pada Perdagangan
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyoroti indikator teknikal yang menunjukkan sinyal tekanan lanjutan bagi pasar. Pembentukan histogram negatif pada MACD masih terus berlanjut, sementara indikator stochastic RSI terpantau telah memasuki area oversold. Kondisi teknikal ini mengindikasikan potensi pelemahan yang masih membayangi pasar pada sesi perdagangan berikutnya. Para investor kini menantikan momentum pembalikan arah di tengah dinamika pasar yang terus bergerak fluktuatif.
Meta description: Focus keyphrase:
Slug:
