Saham ESIP, TOOL, dan SDMU Pimpin Daftar Top Gainers Sepekan di Tengah Pelemahan IHSG

Emiten Lapis Kedua Catat Lonjakan Harga dan Tarik Perhatian Investor
JAKARTA — Sejumlah saham berhasil mencatat kenaikan signifikan sepanjang perdagangan 27 hingga 30 April 2026. Di tengah tekanan yang membayangi pasar saham nasional, beberapa emiten justru tampil menonjol dan masuk jajaran top gainers pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham PT Sinergi Inti Plastindo Tbk. (ESIP) memimpin daftar penguatan tertinggi setelah melonjak 97,73%. Harga saham emiten tersebut naik dari Rp88 pada pekan sebelumnya menjadi Rp174 per saham.
Setelah itu, saham PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) menyusul dengan kenaikan 58,73%. Harga saham TOOL bergerak dari Rp63 menjadi Rp100 per saham selama periode perdagangan pekan ini.
Sementara itu, saham BAPA menempati posisi berikutnya setelah mencatat penguatan 46,91%. Emiten di sektor konstruksi dan properti tersebut naik 76 poin ke level Rp238 per saham.
Saham Lapis Kedua Lanjutkan Reli dan Cetak Kenaikan Dua Digit
Penguatan juga berlanjut pada saham ASPR yang naik 43,56% ke level Rp290 per saham. Di saat yang sama, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) ikut menguat 31,25% dan ditutup di level Rp126 per saham.
Selain lima saham tersebut, sejumlah emiten lain juga membukukan kenaikan impresif. Saham INOV naik 30,58%, kemudian BOBA menguat 30,48% ke level Rp274 per saham, sementara ICON bertambah 29,36% ke posisi Rp141 per saham.
Pada dua posisi terakhir, saham PT Leyand International Tbk. (LAPD) mencatat kenaikan 25,33%, sedangkan saham SONA menguat 25,24% selama periode yang sama.
IHSG Melemah dan Kapitalisasi Pasar Bursa Menyusut
Meski sejumlah saham mencetak reli, Indeks Harga Saham Gabungan justru bergerak di zona merah sepanjang pekan. IHSG turun 2,42% dan ditutup di level 6.956,80, lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya di level 7.129,49.
Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga menyusut 2,78%. Nilai kapitalisasi pasar turun dari Rp12.736 triliun menjadi Rp12.382 triliun, atau berkurang sekitar Rp354 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa aktivitas perdagangan turut melemah. Rata-rata volume transaksi harian turun 17,32% menjadi 37,11 miliar saham. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga terkoreksi menjadi Rp18,27 triliun.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026, investor asing kembali mencatat aksi jual bersih sebesar Rp1,48 triliun. Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp49,87 triliun.
