Bisnis Indonesia Memulai Penjurian Awal BIA 2026 untuk Menilai Kinerja Emiten

JAKARTA — Bisnis Indonesia Group resmi memulai rangkaian penilaian awal ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 pada Senin (4/5/2026). Tahapan pertama berlangsung di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, dengan melibatkan lima anggota dewan juri yang akan menilai performa perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Ajang penghargaan tahunan ini kembali digelar untuk memberikan apresiasi kepada emiten yang mampu menunjukkan pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga ketahanan usaha di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
Lima Dewan Juri Menilai Emiten dengan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif
Pada tahap awal penjurian, lima tokoh dari kalangan ekonomi, akademisi, regulator, dan industri terlibat langsung dalam proses evaluasi. Raden Pardede memimpin dewan juri sekaligus bertugas mengarahkan metodologi penilaian.
Selain itu, dewan juri juga melibatkan Wimboh Santoso, Eduardus Tandelilin, Lana Soelistianingsih, serta Arif Budisusilo.
Para juri mulai menyepakati metode pengukuran, indikator penilaian, hingga pembobotan setiap komponen yang digunakan dalam menentukan perusahaan terbaik tahun ini.
Bisnis Indonesia Mengangkat Tema Where Growth Meets Strength
Pada penyelenggaraan tahun ini, BIA 2026 mengusung tema “Where Growth Meets Strength.” Tema tersebut dipilih untuk menyoroti kemampuan emiten dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus membangun fondasi usaha yang kuat setelah melewati masa pandemi.
Melalui tema tersebut, Bisnis Indonesia Group ingin mengukur bagaimana perusahaan publik mampu beradaptasi terhadap perubahan kebijakan, tekanan ekonomi, serta tantangan bisnis yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Tim Penilai Menggunakan Laporan Keuangan Tiga Tahun sebagai Dasar Evaluasi
Tim riset menggunakan laporan keuangan emiten periode 2023, 2024, dan 2025 sebagai basis utama penilaian. Data tersebut berasal dari laporan resmi perusahaan, publikasi di situs Bursa Efek Indonesia, serta dokumen keterbukaan informasi lainnya.
Selain menilai pertumbuhan keuangan, dewan juri juga memberi perhatian besar pada aspek tata kelola perusahaan, kepatuhan regulasi, serta transparansi informasi kepada publik.
Menurut Arif Budisusilo, kualitas governance menjadi salah satu komponen penting dalam proses penjurian karena mencerminkan profesionalisme dan keberlanjutan bisnis emiten di pasar modal.
Sementara itu, Eduardus Tandelilin menegaskan bahwa seluruh proses penilaian berjalan transparan karena seluruh data yang digunakan berasal dari dokumen publik yang dapat diakses secara terbuka.
Bisnis Indonesia Menyiapkan Pengumuman Pemenang pada Juni 2026
Setelah seluruh tahapan evaluasi selesai, Bisnis Indonesia Group akan mengumumkan para penerima penghargaan dalam acara gala dinner yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.
Ajang BIA yang telah digelar sejak 2002 ini terus menjadi salah satu barometer apresiasi bagi emiten yang mampu menjaga performa, tata kelola, dan daya saing di pasar modal Indonesia.
