Saham HOPE, DSSA, dan CMNP Pimpin Pelemahan Bursa dalam Daftar Top Losers Sepekan

JAKARTA — Sejumlah saham mencatat koreksi tajam sepanjang perdagangan 27 hingga 30 April 2026 dan masuk dalam daftar saham dengan penurunan terdalam di Bursa Efek Indonesia. Di tengah tekanan pasar yang masih berlanjut, saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk. atau HOPE memimpin daftar top losers setelah harga sahamnya merosot signifikan.
Berdasarkan data perdagangan pekan ini, saham HOPE turun 27,63 persen dari Rp228 menjadi Rp165 per saham. Pelemahan tersebut menjadikan HOPE sebagai saham dengan koreksi terbesar selama sepekan.
Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. atau DSSA mengikuti di posisi kedua setelah harga sahamnya turun 20,05 persen. Emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinarmas itu turun dari Rp2.020 menjadi Rp1.615 per saham.
Pada posisi berikutnya, saham emiten properti PT Purisentul Permai Tbk. atau KDTN ikut terkoreksi 19,15 persen ke level Rp950 per saham. Sementara itu, saham BRNA turun 16,46 persen ke posisi Rp660 per saham, disusul saham MAXI yang melemah 16,39 persen menjadi Rp51 per saham.
IHSG Melemah dan Kapitalisasi Pasar Bursa Menyusut Tajam
Tekanan pada sejumlah saham tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang pekan. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG turun 2,42 persen ke level 6.956,80 dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level 7.129,49.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa pelemahan indeks turut menekan kapitalisasi pasar bursa. Nilai kapitalisasi pasar tercatat menyusut 2,78 persen dari Rp12.736 triliun menjadi Rp12.382 triliun.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga turun 17,32 persen menjadi 37,11 miliar saham. Nilai transaksi harian ikut terkoreksi 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun, sedangkan frekuensi transaksi harian turun 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi.
Investor Asing Perpanjang Aksi Jual Hingga Akhir April
Di sisi lain, investor asing masih mencatat aksi jual bersih pada akhir pekan perdagangan. Pada Kamis, 30 April 2026, nilai jual bersih asing mencapai Rp1,48 triliun.
Sepanjang tahun berjalan 2026, total aksi jual bersih investor asing telah mencapai Rp49,87 triliun. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap pergerakan indeks sekaligus memperlihatkan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap aset berisiko di pasar domestik.
