Indeks Bisnis-27 Melaju di Penutupan Perdagangan, Saham AMRT hingga JPFA Topang Penguatan

JAKARTA — Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Senin, 4 Mei 2026, di zona hijau setelah sejumlah saham unggulan berhasil mendorong pergerakan indeks sepanjang sesi. Berdasarkan data perdagangan, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia itu naik 1,09 persen atau bertambah 5,05 poin ke level 466.
Sejak awal perdagangan, indeks bergerak stabil dalam rentang 463,42 hingga 468,79. Aktivitas transaksi juga berlangsung cukup ramai dengan total nilai perdagangan mencapai Rp7,317 triliun. Sementara itu, volume transaksi tercatat sekitar 5,49 miliar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 416,5 ribu kali transaksi.
Dari seluruh konstituen, sebanyak 15 saham ditutup menguat, delapan saham melemah, dan empat saham bergerak stagnan. Pergerakan tersebut mencerminkan sentimen pasar yang masih cukup positif terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.
Saham AMRT, MAPI, dan JPFA Mendorong Kenaikan Indeks
Penguatan Indeks Bisnis-27 terutama datang dari sejumlah saham unggulan yang mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memimpin penguatan setelah melonjak 7,95 persen ke level Rp1.425 per saham.
Selanjutnya, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga mencatat performa solid dengan kenaikan 6,58 persen ke level Rp1.295. Di sisi lain, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) ikut memperkuat indeks setelah naik 6,05 persen ke posisi Rp2.630.
Selain ketiga saham tersebut, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 3,23 persen ke level Rp3.840. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga mencatat kenaikan 2,85 persen ke posisi Rp2.890.
Sejumlah Saham Komoditas Menekan Pergerakan Indeks
Meski indeks berakhir menguat, beberapa saham masih mengalami tekanan jual. Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 4,17 persen ke level Rp230 per saham.
Tekanan serupa juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang melemah 3,11 persen ke posisi Rp780. Sementara itu, saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) terkoreksi 2,58 persen ke level Rp1.890.
Saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) juga ditutup melemah masing-masing 1,90 persen dan 0,79 persen.
Data Ekonomi Domestik Menjaga Optimisme Investor
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai pasar turut mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis pada awal pekan. Inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen secara tahunan dengan Indeks Harga Konsumen berada di level 111,09.
Secara bulanan, inflasi tercatat 0,13 persen, sedangkan inflasi tahun berjalan mencapai 1,06 persen. Di sisi lain, inflasi inti tetap terjaga di level 2,44 persen, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih stabil.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 kembali mencatat surplus sebesar US$3,32 miliar. Capaian tersebut memperpanjang tren surplus perdagangan Indonesia menjadi 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Kondisi ini ikut menjaga sentimen positif investor terhadap pasar saham domestik.
