Gabriel Rey Borong Saham CBRE dan Buka Jalan Ekspansi ke Bisnis Migas
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
Jakarta – Minat investor terhadap sektor energi nasional kembali menguat di pasar modal. Kali ini, Gabriel Rey tercatat mulai mengakumulasi saham CBRE menjelang aksi rights issue perseroan.
Selama ini, nama Gabriel Rey dikenal luas di industri aset digital melalui TRIV. Namun, langkah investasi terbaru ini menunjukkan arah ekspansi portofolionya ke sektor minyak dan gas yang dinilai memiliki prospek jangka panjang di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 30 April 2026, Gabriel Rey tercatat menguasai saham CBRE melalui perusahaan investasinya, PT Pukul Rata Kanan. Kepemilikan tersebut mencapai 46 juta lembar saham atau setara 1,01 persen dari total saham beredar.
Masuknya investor dengan profil kuat seperti Gabriel Rey menjadi perhatian pelaku pasar. Langkah itu juga muncul menjelang rights issue CBRE yang saat ini menjadi salah satu agenda korporasi yang dipantau investor di pasar modal.
Gabriel Rey Nilai Sektor Migas Menawarkan Potensi Jangka Panjang
Gabriel Rey menyampaikan pandangannya terkait prospek sektor energi melalui akun media sosial pribadinya. Dalam keterangannya, ia menilai ketidakpastian ekonomi global justru membuka peluang investasi yang menarik di sektor minyak dan gas.
Menurutnya, kebutuhan energi nasional masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi tersebut membuat sektor migas memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang.
Ia menegaskan investasi tahap awal ini menjadi langkah strategis PT Pukul Rata Kanan untuk masuk lebih dalam ke industri energi nasional melalui CBRE.
Gabriel Rey Bidik Pertumbuhan Energi Nasional Lewat CBRE
Gabriel Rey juga menyoroti target pemerintah Indonesia yang ingin meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari. Saat ini, produksi minyak nasional masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
Melihat kebutuhan energi yang terus berkembang, Gabriel meyakini sektor ini akan menghadirkan peluang pertumbuhan yang solid. Karena itu, ekspansi ke CBRE dinilai bukan sekadar diversifikasi investasi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menangkap momentum pertumbuhan industri energi Indonesia.
