BJTM Tetapkan Dividen Rp56,62 per Saham dan Umumkan Jadwal Pembayaran kepada Investor
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau BJTM resmi menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp850,17 miliar. Melalui keputusan yang diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 6 Mei 2026, perseroan memastikan setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp56,62 per saham.
Keputusan tersebut mencerminkan komitmen manajemen dalam menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada investor dan penguatan fundamental perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, BJTM membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,54 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatat saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp695,51 miliar, dengan total ekuitas mencapai Rp12,94 triliun.
Dengan kinerja tersebut, BJTM tetap menjaga konsistensi dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah dinamika industri perbankan nasional.
BJTM Susun Jadwal Pembagian Dividen dan Pastikan Proses Berjalan Tepat Waktu
Perseroan menetapkan tanggal efektif pembagian dividen pada 8 Mei 2026. Selanjutnya, investor yang ingin memperoleh hak dividen dapat memperhatikan jadwal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 18 Mei 2026, kemudian ex dividen pada 19 Mei 2026.
Sementara itu, cum dividen di pasar tunai jatuh pada 20 Mei 2026, diikuti ex dividen pada 21 Mei 2026. Adapun daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan ditetapkan pada 20 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen tunai kepada investor pada 5 Juni 2026.
Jadwal tersebut memberi kepastian kepada investor yang telah menempatkan dananya pada saham BJTM, sekaligus menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menjalankan aksi korporasi secara terstruktur.
Saham BJTM Menguat Saat Investor Menyambut Pembagian Dividen
Respons pasar terhadap pengumuman dividen terlihat positif. Pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, saham BJTM naik 1,68 persen ke level Rp605 per saham.
Sepanjang sesi perdagangan, saham BJTM dibuka di level Rp600, sempat menyentuh level tertinggi Rp605, dan bergerak di level terendah Rp595 per saham. Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 2.410 transaksi dengan volume mencapai 217.042 saham dan nilai transaksi sekitar Rp13 miliar.
Kenaikan tersebut menunjukkan minat investor terhadap emiten perbankan daerah yang tetap konsisten membagikan dividen di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
IHSG Menguat Tipis dan Aktivitas Transaksi Bursa Tetap Tumbuh
Di sisi lain, pergerakan pasar saham nasional juga menunjukkan stabilitas. Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG naik tipis 0,18 persen selama periode perdagangan 4 hingga 8 Mei 2026 dan ditutup di level 6.969,39.
Kenaikan tersebut berlangsung di tengah berbagai sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta rencana pemerintah menaikkan royalti sektor minerba.
Meski tekanan eksternal masih terasa, aktivitas perdagangan justru meningkat. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9 persen menjadi 2,55 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun. Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp12,26 triliun selama sepekan.
