IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Saham BMRI, JPFA, dan ISAT Tekan Pergerakan Indeks
IHSG Terkoreksi Saat Bursa Membuka Perdagangan Senin Pagi
Indeks Harga Saham Gabungan membuka perdagangan dengan tekanan pada Senin, 11 Mei 2026. Berdasarkan data perdagangan di Jakarta, IHSG turun 0,65 persen dan bergerak ke level 6.924,20 pada sesi pembukaan.
Pergerakan pasar menunjukkan tekanan jual yang masih cukup dominan. Dari total saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 219 saham mencatat penguatan, sementara 324 saham bergerak melemah dan 416 saham lainnya berada di posisi stagnan.
Kondisi ini melanjutkan sentimen negatif yang sebelumnya menekan pasar sepanjang pekan lalu. Pelaku pasar masih mencermati sejumlah katalis eksternal dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan pada awal pekan ini.
Saham Perbankan dan Telekomunikasi Mendorong Koreksi Indeks
Tekanan terhadap indeks datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode BMRI mencatat pelemahan paling dalam setelah turun 7,13 persen ke level Rp4.300.
Selain itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga terkoreksi 5,49 persen ke posisi Rp2.410. Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang turun 5,36 persen menjadi Rp2.120.
Tidak hanya itu, beberapa saham lain ikut bergerak di zona merah. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 3,09 persen ke Rp4.080. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) turun 2,74 persen ke Rp1.775, disusul saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang terkoreksi 2,33 persen ke Rp1.465. Sementara itu, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 1,97 persen ke level Rp745.
Sejumlah Saham Konsumer dan Komoditas Menahan Tekanan Pasar
Di tengah tekanan indeks, beberapa saham justru mencatat kenaikan. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat 2,06 persen ke level Rp1.485. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 1,38 persen menjadi Rp5.500.
Penguatan juga terlihat pada saham PT Astra International Tbk (ASII) yang naik 1,29 persen ke Rp5.900. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ikut menguat 1,01 persen ke Rp1.495.
Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 0,93 persen ke Rp218. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bertambah 0,81 persen ke level Rp6.225, sedangkan saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menguat 0,70 persen ke posisi Rp2.880.
Analis Memproyeksikan IHSG Menguji Area Support Penting
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memproyeksikan IHSG masih berpotensi menguji area support 6.900 hingga 6.920. Proyeksi tersebut muncul setelah indeks sebelumnya terkoreksi 2,86 persen ke level 6.969 pada perdagangan pekan lalu.
Menurut Reza, investor saat ini masih menunggu perkembangan sejumlah sentimen penting. Pasar akan mencermati isu kenaikan royalti mineral, data consumer confidence Indonesia, serta pengumuman rebalancing MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih bergerak volatil hingga pasar memperoleh kepastian dari sejumlah sentimen utama tersebut.
