Saham MORA dan Bank Besar Menopang IHSG Saat Indeks Terkoreksi Sepekan

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan sepekan terakhir berakhir di zona merah setelah terkoreksi 4,63 persen. Di tengah tekanan pasar yang cukup besar, sejumlah saham berkapitalisasi besar tetap berhasil menopang laju indeks, sementara beberapa emiten tambang dan energi justru menekan pergerakan pasar.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia hingga penutupan Jumat, 9 Mei 2026, menunjukkan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. menjadi penggerak utama indeks selama sepekan. Emiten berkode MORA tersebut menyumbang 50,04 poin terhadap IHSG setelah harga sahamnya melesat 59,24 persen. Pada saat yang sama, nilai market cap free float MORA tercatat mencapai Rp60 triliun.
Setelah MORA, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. turut memberikan dorongan signifikan terhadap indeks. Saham berkode BBRI naik 9,03 persen dan menyumbang 42,34 poin terhadap pergerakan IHSG. Kapitalisasi pasar free float BBRI juga mencapai Rp228,04 triliun.
Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk. juga memperkuat posisi indeks. Saham BBCA menguat 5,56 persen dan memberikan kontribusi sebesar 30,45 poin. Nilai market cap free float BBCA tercatat mencapai Rp258,04 triliun.
Saham Perbankan dan Telekomunikasi Menahan Tekanan Pasar
Selain tiga saham utama tersebut, sejumlah saham unggulan lain juga ikut menopang indeks. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatat kenaikan 5,47 persen dan berkontribusi sebesar 18,78 poin terhadap IHSG.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. juga menunjukkan penguatan positif. Saham TLKM naik 5,34 persen dan menyumbang 15,66 poin bagi pergerakan indeks.
Kinerja positif juga datang dari PT Barito Pacific Tbk. yang melesat 11,72 persen dan memberikan kontribusi 12,10 poin. Selain itu, PT DCI Indonesia Tbk. ikut menopang indeks setelah sahamnya naik 5,42 persen dengan kontribusi 10,66 poin.
Di sisi lain, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. juga mencatat kenaikan 12,12 persen dan menyumbang 6,13 poin. Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menguat 3,76 persen dengan kontribusi 4,53 poin, disusul PT Sinar Mas Multiartha Tbk. yang naik 4,17 persen dan menyumbang 4,51 poin.
Saham Tambang dan Energi Menekan Laju IHSG
Meski beberapa saham berhasil menopang indeks, tekanan dari saham sektor tambang dan energi tetap mendominasi pasar selama sepekan.
PT Amman Mineral Internasional Tbk. menjadi saham dengan tekanan terbesar terhadap IHSG. Saham AMMN terkoreksi 17,45 persen dan mengurangi indeks sebesar 27,04 poin. Nilai market cap free float perusahaan tersebut tercatat mencapai Rp57,06 triliun.
Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. ikut menekan indeks setelah saham DSSA turun 18,89 persen dan mengurangi IHSG sebesar 26,90 poin.
Tekanan juga datang dari PT Barito Renewables Energy Tbk. yang melemah 8,07 persen dan memangkas indeks sebesar 13,28 poin.
Selain itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk., PT Merdeka Copper Gold Tbk., PT Bumi Resources Tbk., PT Bumi Resources Minerals Tbk., PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk., PT Adaro Andalan Indonesia Tbk., dan PT Vale Indonesia Tbk. juga masuk daftar saham yang menahan penguatan indeks sepanjang pekan.
