Saham MORA Pimpin Penguatan dan Bawa Deretan Top Gainers Menguat Sepekan

Pergerakan pasar saham sepanjang periode 4 hingga 8 Mei 2026 mencatat sejumlah emiten membukukan lonjakan signifikan. Di tengah perdagangan yang aktif, saham-saham lapis menengah hingga emiten farmasi berhasil menarik perhatian investor dan masuk ke jajaran penguat terbesar pekan ini.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, saham Ekamas Mora Republik tampil sebagai pemimpin top gainers setelah melesat 59,24 persen. Harga saham MORA naik dari Rp4.710 menjadi Rp7.500 per lembar dalam sepekan perdagangan.
Saham ASPR, MEDS, dan GSMF Ikut Catatkan Kenaikan Tajam
Setelah MORA, saham Asia Pramulia menempati posisi berikutnya dengan kenaikan 57,24 persen. Emiten tersebut menutup pekan di level Rp456 per saham dari posisi sebelumnya Rp290.
Sementara itu, saham MEDS juga mencatat performa impresif setelah menguat 51,95 persen menjadi Rp117 per saham. Di sisi lain, saham GSMF mengikuti tren positif dengan kenaikan 41 persen hingga menyentuh level Rp141.
Pergerakan bullish juga terlihat pada saham Asuransi Bina Dana Arta yang naik 39,15 persen ke Rp3.590. Selain itu, saham MPOW, NIKL, dan CTTH juga berhasil menutup pekan dengan penguatan lebih dari 30 persen.
Saham KAEF dan IRRA Lengkapi Daftar Penguat Terbesar
Dua posisi terakhir dalam daftar top gainers ditempati oleh Kimia Farma dan Itama Ranoraya. KAEF menguat 32,85 persen menjadi Rp635, sedangkan IRRA naik 32,12 persen ke level Rp510 per saham.
Kenaikan sejumlah saham tersebut ikut menopang sentimen pasar selama pekan berjalan. Aktivitas beli yang konsisten mendorong sebagian besar emiten mencatatkan performa positif.
IHSG Menguat Tipis dan Nilai Transaksi Harian Melonjak
Sejalan dengan penguatan saham-saham unggulan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil ditutup di zona hijau. Sepanjang pekan, indeks menguat 0,18 persen ke level 6.969,39 dari posisi sebelumnya 6.956,80.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar bursa ikut naik 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 23,57 persen menjadi 45,86 miliar saham. Nilai transaksi harian juga naik 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp11,42 triliun. Namun secara year to date, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp37,61 triliun.
