Asing Memborong Saham pada Sesi Pertama dan Mengangkat IHSG ke Zona Hijau
Aliran dana asing mendorong IHSG menguat tipis pada perdagangan tengah hari
Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan sesi pertama Kamis, 18 Desember 2025, di zona hijau setelah investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih di pasar saham domestik. IHSG bergerak stabil dan berakhir naik tipis 0,96 poin atau 0,01% ke level 8.678,31, mencerminkan sentimen selektif pelaku pasar di tengah dinamika global.
Seiring pergerakan indeks, aktivitas transaksi berlangsung cukup aktif hingga jeda siang. Nilai transaksi mencapai Rp10,35 triliun dengan volume perdagangan sebesar 20,35 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,66 juta kali transaksi. Bursa mencatat 294 saham menguat, sementara 364 saham melemah dan 141 saham bergerak stagnan, menandakan pergerakan pasar yang masih berhati-hati.
Investor asing mencatatkan net buy dan memusatkan aksi pada saham perbankan
Di tengah perdagangan sesi pertama, investor asing secara agresif melakukan pembelian bersih senilai Rp75,1 miliar di seluruh pasar. Data bursa menunjukkan foreign buy mencapai Rp2,6 triliun, sementara foreign sell tercatat sebesar Rp2,5 triliun. Arus dana ini memperkuat posisi IHSG agar tetap bertahan di zona positif meski tekanan jual masih muncul di sejumlah sektor.
Saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi tujuan utama akumulasi asing. Bank Mandiri memimpin daftar pembelian dengan nilai net buy Rp278,7 miliar, diikuti Bank Central Asia sebesar Rp145,1 miliar. Selain itu, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Tabungan Negara juga masuk dalam radar beli investor global, menegaskan kepercayaan asing terhadap sektor keuangan nasional.
Tidak hanya perbankan, asing juga membukukan pembelian pada saham sektor tambang dan industri. Aneka Tambang, Vale Indonesia, Astra International, serta Merdeka Gold Resources turut menikmati aliran dana masuk yang memperkuat kinerja harga saham pada paruh pertama perdagangan.
Asing melepas saham energi dan tambang di tengah aksi selektif pasar
Di sisi lain, investor asing tetap melakukan aksi jual pada sejumlah saham tertentu. Bumi Resources mencatatkan net foreign sell terbesar dengan nilai Rp74,3 miliar. Saham energi dan tambang lain seperti Amman Mineral Internasional, Timah, Darma Henwa, serta Adaro Energy Indonesia juga masuk dalam daftar saham yang dilepas asing sepanjang sesi pertama.
Aksi jual ini menunjukkan strategi selektif investor global yang menyeimbangkan portofolio di tengah ketidakpastian pasar. Dengan kombinasi pembelian dan penjualan tersebut, pasar saham domestik bergerak relatif stabil, sementara pelaku pasar menunggu sentimen lanjutan yang dapat menentukan arah IHSG pada sesi perdagangan berikutnya.
