IHSG Bertahan di Level 8.600 Saat Investor Asing Melepas Saham Unggulan

Investor Asing Mengurangi Kepemilikan Saham di Tengah Penguatan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan berhasil bertahan di kisaran level 8.600 sepanjang perdagangan pekan lalu. Sepanjang periode 1–5 Desember 2025, IHSG mencatatkan kenaikan 1,46 persen dan ditutup di level 8.632,76. Bahkan, indeks sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis, 4 Desember 2025. Meski demikian, penguatan indeks tidak sepenuhnya sejalan dengan perilaku investor asing.
Investor asing justru aktif melepas sejumlah saham, terutama dari sektor komoditas dan energi. Kondisi ini menunjukkan adanya aksi ambil untung setelah reli pasar, meskipun secara agregat aliran dana asing masih mencatatkan pembelian bersih di seluruh pasar.
Aksi Korporasi Mendorong Dominasi Transaksi di Pasar Negosiasi
Sepanjang pekan lalu, investor asing membukukan net buy sebesar Rp2,49 triliun di seluruh pasar. Mayoritas transaksi berlangsung di pasar negosiasi seiring dengan aksi korporasi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. yang melepas seluruh kepemilikan saham di PT Mora Telematika Indonesia Tbk. Aksi tersebut mendorong lonjakan nilai transaksi tanpa sepenuhnya mencerminkan sentimen beli di pasar reguler.
Di sisi lain, aktivitas jual asing di pasar reguler justru menonjol pada sejumlah saham besar. Investor asing terlihat melakukan rotasi portofolio dengan mengurangi eksposur pada saham-saham tertentu meski indeks bergerak positif.
Bank Rakyat Indonesia Memimpin Daftar Net Sell Asing
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan net foreign sell terbesar sepanjang pekan lalu. Investor asing melepas saham BBRI dengan nilai mencapai Rp1,33 triliun. Setelah itu, saham PT Bumi Resources Tbk. mencatatkan net sell sebesar Rp396,2 miliar, disusul PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. senilai Rp360,8 miliar.
Aksi jual asing juga menyasar saham PT Arkora Hydro Tbk., PT Darma Henwa Tbk., hingga PT Kalbe Farma Tbk. Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk. dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. turut masuk dalam daftar saham yang dilepas investor global selama periode tersebut.
Dinamika Transaksi Mencerminkan Rotasi Strategi Investor
Seiring dengan pergerakan tersebut, rata-rata nilai transaksi harian turun 29,61 persen menjadi Rp21,34 triliun dibandingkan pekan sebelumnya. Volume transaksi harian juga terkoreksi 8,12 persen. Namun, frekuensi transaksi justru meningkat 2,13 persen menjadi sekitar 2,6 juta kali per hari. Data ini mencerminkan aktivitas pasar yang tetap dinamis meski nilai transaksi mengalami penurunan.
